Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

Gelar Aksi di Balai Kota, Pendemo Desak Anies Cabut Izin Penggunaan Monas untuk Reuni 212

Kalau (reuni 212) ada urgensinya untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, merah putih, ya monggo. Ini kan nggak ada. Kalau aparat menganggap ini hanya reuni, nggak ada agenda politik, itu keliru. Itu bahaya. Ini ada agenda politik.

Aisyah Isyana - 29/11/2018 15:09

Beritacenter.COM - Kelompok massa yang manamakan diri mereka 'Gerakan Jangan Ganggu Indonesiaku' menggelar demo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. Mereka mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan mencabui izin penggunaan Lapangan Monas untuk aksi reuni 212.

Para peserta aksi itu melakukan demo didepan gerbang Balai Kota, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018). Sembari membentangkan bedera merah-putih, para peserta aksi berorasi mendesak Gubernur Anies mencabut izin aksi reuni 212.

Baca juga :

Menurut salah satu orator, Boedi Jarot, aksi reuni 212 itu rawan disusupi kepentingan politik. Untuk itu, dia meminta agar Gubernur Anies mencabut izin penggunaan Monas untuk aksi tersebut.

"Kalau (reuni 212) ada urgensinya untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, merah putih, ya monggo. Ini kan nggak ada. Kalau aparat menganggap ini hanya reuni, nggak ada agenda politik, itu keliru. Itu bahaya. Ini ada agenda politik. Ini kepanjangan tangan dari HTI," kata Boedi.

Boedi menilai, aksi reuni 212 sebagai bentuk pembodohan lantaran menyakini aksi tersebut akan ditunggangi aksi politik. "Ini kan aksi pembodohan buat saya di sini. Ini bukan agama. Ini agenda politik yang ada hubungannya dengan ideologi khilafah yang diusung HTI," ucap Boedi.

Rencananya, aksi reuni 212 akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12) dini hari hingga siang. Panitia reuni 212 yang juga Jubir FPI, Slamet Maarif mengatakan reuni 212 tidak jauh berbeda dengan aksi 212 pada 2016 lalu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA