Tuesday, 18 Jan 2022
Temukan Kami di :
Politik

Reuni 212 Dinilai Politis, MUI Jabar Himbau Warga Tak Menghadirinya

Lukman Salasi - 29/11/2018 11:23

BeritaCenter.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei menilai acara reuni 212 pada 2 Desember 2018 di Jakarta bersifat politis.

"Rencana reuni 212 itu menurut pengamatan kami tidak murni kegiatan agama, tetapi itu ada gerakan sifatnya politik," ucap Rachmat, Kamis (29/11/2018).

Rachmat menjelaskan asal muasal dan tujuan gerakan 212 telah selesai dengan ditahannya Ahok. Kata dia, sudah tak ada relevansinya kegiatan itu kembali muncul.

"Karena masalah yang memicu munculnya gerakan 212 sudah selesai, yaitu kasus Pak Ahok. Jadi tidak ada esensi sekarang harus melaksanakan reuni. Sekarang masalahnya apa? Kan sudah selesai. Esensinya enggak murni lagi agama, ada sikap politis," tuturnya.

Pihaknya mengimbau agar warga Jabar tak terprovokasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Alangkah baiknya, sambung dia, warga melakukan kegiatan positif lain di wilayah masing-masing.

"Kami imbau kepada masyarakat (Jabar) karena itu tidak murni bagian keagamaan, harus hati-hati dan lebih baik terkait itu, melakukan kegiatan silaturahmi, berdoa, pengajian di masjid masing-masing," ujar Rachmat.




Berita Lainnya

Anies Versus Ganjar Diantara Prabowo Puan

17/01/2022 21:20 - Indah Pratiwi

Momen saling Hormat Prabowo Dan SBY

14/01/2022 14:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA