Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Penguatan Rupiah Ringankan Beban PLN

Fani Fadillah - 27/11/2018 17:12

Beritacenter.COM - Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Bahkan pada siang tadi, Rupiah berada di level Rp14.489 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS belakangan ini membuat kerugian perseroan sedikit berkurang. Sebab menurutnya, penguatan kurs ini berarti beban operasional perseroan juga mulai berkurang.

Baca juga:

Selain penguatan Rupiah, berkurangnya kerugian PLN juga disebabkan turunnya harga minyak dunia hingga ke level USD50 per barel. Menurutnya ini sangat penting sebab dalam operasionalnya, PLN juga masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik perseroan.

“Iya, lebih baik dalam arti operasional kita bisa lebih baik karena kemarin kan kita rugi kurs. (Penguatan Rupiah) ini justru akan mengurangi (kerugian PLN),” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Sebagai informasi, di kuartal III-2018, PT PLN (Persero) mencatatkan kerugian sebesar Rp18,4 triliun. Kinerja keuangan PLN mengalami penurunan dibanding kuartal III 2017 yang berhasil meraup laba bersih Rp 3,06 triliun.

Dikutip dari laporan keuangan PLN untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018 dan 2017, jumlah beban usaha PLN naik menjadi Rp 224 triliun dari Rp 200,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan beban usaha terutama dari biaya bahan bakar dan pelumas yang melonjak dari Rp 85,28 triliun di kuartal III 2017 menjadi Rp 101,87 triliun pada kuartal III tahun ini. Biaya pembelian tenaga listrik juga meningkat dari Rp 53,54 triliun menjadi Rp 60,61 triliun.




Berita Lainnya

Peluang BI Turunkan Suku Bunga

18/06/2019 13:27 - Anas Baidowi

Harga Minyak Dunia Naik di Akhir Perdagangan

12/06/2019 08:05 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA