Thursday, 30 Jan 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Adnan Gheith, Gubernur Palestina yang Kembali Ditahan oleh Israel untuk Kali Kedua

Pada Minggu (25/11/2018), juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld menyampaikan kabar penangkapan Gheith kepada media. Tapi, Micky Rosenfeld tak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penangkapan itu.

Sari Intan Putri - 26/11/2018 08:44

Beritacenter.COM - Sabtu (24/11/2018) malam, kepolisian Israel kembali melakukan penahanan terhadap gubernur Palestina untuk Yerusalem yaitu Adnan Gheith.

Diketahui jika penangkapan tersebut adalah yang kedua kali bagi Gheith. Sebelumnya, Gheith juga pernah ditahan pada 20 Oktober lalu, meski kemudian dibebaskan setelah dua hari berselang.

Pada Minggu (25/11/2018), juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld menyampaikan kabar penangkapan Gheith kepada media. Tapi, Micky Rosenfeld tak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penangkapan itu.

Penangkapan dilakuakn di Yerusalem Timur setelah adanya laporan penyelidikan terkait penjualan tanah.

Kemudian, petugas keamanan Israel tak bersedia berkomentar selain mengatakan penangkapan tersebut berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan uang.

Gheith dijadwalkan akan dihadirkan di sidang dengar pendapat di Pengadilan Yerusalem, di mana rincian tuduhan terhadapnya kemungkinan akan disampaikan kemudian.

Pada 20 Oktober lalu, Gheith ditahan selama dua hari dan menjalani pemeriksaan sebelum dibebaskan, dengan badan keamanan domestik Shin Bet Israel mengatakan penahanan dilakukan setelah adanya laporan kegiatan ilegal oleh otoritas Palestina di Yerusalem.

Gheith juga sempat menjalani beberapa pemeriksaan oleh polisi dalam beberapa pekan terakhir. Kantornya di Yerusalem Timur juga sempat digerebek pada 4 November.

Sementara diberitakan media Israel, pihak berwenang telah menyelidiki gubernur menyusul penangkapan seorang pria oleh Otoritas Palestina di bulan Oktober dengan tuduhan terlibat dalam penjualan properti di Yerusalem Timur kepada seorang pembeli Yahudi.

Tindakan penjualan tersebut sering dianggap warga Palestina sebagai bentuk pengkhianatan. Namun di antara orang Israel, muncul seruan kepada pihak berwenang agar membebaskan pria yang ditangkap Otoritas Palestina tersebut.

Pengamat meyakini, penangkapan Gheith kali ini ada kaitannya dengan upaya Israel menekan Otoritas Palestina untuk membebaskan pria yang mereka tahan.




Berita Lainnya

Gempa 7,7 SR Guncang Karibia Jamaika

29/01/2020 23:03 - Indah Pratiwi

WHO Sebut Virus Corona Sudah Ada di 14 Negara

29/01/2020 12:13 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA