Thursday, 01 Oct 2020
Temukan Kami di :
Politik

Singgung Insiden Langkahi Makam, Hasto Sebut Prabowo-Sandi Tak Tahu 'Unggah-ungguh'

Ini cermin pemimpin yang tak memahami kebudayaan kita, pemimpin yang terlalu lama dibesarkan di Barat, sehingga tak tahu unggah-ungguh (sopan santun/tata krama), tidak tahu bagaimana menjadi pemimpin, seharusnya bangga dengan martabat dan kebudayaan kita

Aisyah Isyana - 23/11/2018 16:27

Beritacenter.COM - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok pemimpin yang selalu berpikir positif. Hasto lantas menyindir pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kita lihat di bawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo, beliau sosok yang berpikir positif, dari cara berpikir positif, lahirlah tindakan yang positif," kata Hasto saat memberi sambutan pada workshop Fraksi PDIP DPRD di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

"Jadi kalau ngomong itu dengan data, dengan rasa, dengan cinta, itulah Pak Jokowi. Berbeda dengan yang di sana," tambahnya.

Baca juga :

Hasto lantas menyinggung prihal insiden saat Sandiaga melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syansuri, di Jombang, Jawa Timur. Dia menilai, tindakan Sandiaga itu lantaran kurangnya pemahaman soal budaya.

"Mau menunjukkan seolah punya kepedulian terhadap keluarga besar nahdliyin, melakukan tradisi bangsa Indonesia yang baik, dengan datang ke makam pendiri NU, Kiai Bisri, tapi karena tak berkebudayaan Indonesia, tak memahami kebudayaan Indonesia. Bukannya datang ke makam untuk menghormati dan mendoakan tokoh bangsa, tapi justru melangkahi makam tersebut," ucapnya.

"Ini cermin pemimpin yang tak memahami kebudayaan kita, pemimpin yang terlalu lama dibesarkan di Barat, sehingga tak tahu unggah-ungguh (sopan santun/tata krama), tidak tahu bagaimana menjadi pemimpin, seharusnya bangga dengan martabat dan kebudayaan kita," jelas Hasto.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini juga menyampaikan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurutmya, para kader diharapkan dapat berkampanye positif guna membangung kultul yang baik.

"Ibu Megawati, Pak Jokowi, berpesan, meski kita hadapi fitnah, ujaran kebencian, calon pemimpin yang seolah menghalalkan cara, menakuti rakyat, kita tak boleh berubah, kita harus membangun kultur positif," ujarnya.




Berita Lainnya

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

28/09/2020 08:35 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA