Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
News

KPAI Minta Semua Pihak Stop Sebarkan Video Mesum Siswi Karawang

Aisyah Isyana - 22/11/2018 11:44

Beritacenter.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan terjadinya video porno siswi SMA di Karawang, Jawa Barat. KPAI menghimbau agar semua pihak dapat berhenti menyebarkan video porno siswi tersebut.

"KPAI menyesalkan sejumlah siswa di salah satu sekolah negeri di Karawang menyebarkan video porno rekan sekelasnya sendiri, bahkan menonton beramai-ramai di sekolah di saat jam kosong," ujar Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, Kamis (22/11/2018).

Baca juga :

Retno mengaku miris dengan adanya kejadian sejumlah siswa yang secara bersama-sama menonton video itu di lingkungan sekolah. Aksi sejumlah siswa itu juga lepas dari kontrol pihak sekolah.

"Bagaimana mungkin sejumlah siswa dari beberapa kelas bisa berkumpul di salah satu ruang kelas yang sedang kosong jam karena gurunya tidak masuk, kemudian dengan menggunakan proyektor menonton beramai-ramai video yang menampilkan adegan persetubuhan temannya sendiri," katanya.

Retno menilai, para siswa itu tak mengetahui resiko dari perbuatan mereka, terlebih dalam hal menyebarkan ke beberapa ponsel siswa lainnya. Untuk itu, KPAI menghimbau agar semua pihak dapat berhenti menyebarkan video tersebut.

"KPAI mengimbau jangan menyebarkan video yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Kalau kita menerima share, cukup berhenti di kita, jangan disebarkan lagi," tuturnya.

Sementara itu, Retno juga menyebut pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk dapat memberikan rehabilitasi medis dan psikologis kepada siswi yang videonya tersebar. KPAI juga meminta agar pihak kepolisian maupun pengadilan dapat memberikan pendampingan orangtua dan psikolog, jika nanti korban menjadi saksi dalam kasus video porno tersebut.

"KPAI juga mendorong pemerintah daerah memenuhi hak-hak korban berupa rehabilitasi medis dan psikologis," ucapnya.

"KPAI mengapresiasi kepolisian Karawang yang sudah bertindak cepat memeriksa dan menahan oknum mahasiswa pemeran di video tersebut karena melanggar UU PA, yaitu melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Polisi juga telah memeriksa para siswa yang merekam dan menyebarkan video porno tersebut meski masih sebagai saksi," imbuhnya.

Sekedar diketahui, siswi SMA Negeri di Karawang, A (16), mengundurkan diri dari sekolah, usai video pornonya tersebar. "Bersangkutan (siswi A) sudah mengundurkan diri dari sekolah," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya di Mapolres Karawang, Rabu (21/11).

Polisi menetapkan A sebagai korban lantaran dianggap tidak menyebarkan video mesumnya. "Alasannya, lantaran A tidak menyebarkan video tersebut. Video itu disebar tanpa sepengetahuan A oleh temannya," ucap Slamet.




Berita Lainnya

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Utara

12/05/2021 23:30 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA