Friday, 24 Sep 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Tangkap Biang Kerok Penyebar Hoaks 110 Juta KTP Palsu

Fani Fadillah - 22/11/2018 09:35 Polisi tangkap penyebar hoaks 110 juta KTP palsu

Beritacenter.COM - Seorang teknisi komputer di Bandung berinisial SY (35) harus berurusan dengan jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri karena diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks tentang 110 juta KTP palsu.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Pada Selasa (20/11) sekitar pukul 21.20 WIB, Kompol Ricky Sipahutar memimpin langsung penangkapan terhadap SY di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca juga:

"Dittipidsiber Bareskrim Polri, dipimpin oleh Kompol Ricky Sipahutar telah mengamankan seorang laki-laki pemilik akun youtube https://www.youtube.com/user/arjuna (Ini *** lo), yang memposting berita tentang 110 JUTA e-KTP di BIKIN Warga Cina siap kalah kan Prabowo DI TANGKAP TNI kemana POLRI YA," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (21/11).

Dedi mengungkapkan bahwa konten yang diunggah pelaku adalah hoaks. Konten tersebut merupakan gabungan dari beberapa video, diantaranya adalah video penangkapan yang dilakukan jajaran Polres Tidore terhadap pelaku pembuat KTP palsu pada November 2017 lalu.

"Tersangka (SY) tidak melakukan klarifikasi atau mengecek kebenaran berita yang ditemukan pada news feed akun facebooknya dan memposting konten tersebut di akun atau channel YouTube milik tersangka yang bernama "ini *** lo"," ungkapnya.

Menurut Dedi, SY berniat untuk mendapatkan iklan dari video-video yang diunggahnya di channel Youtube.

"Walaupun tersangka telah memiliki 46.793 subscribers, dan telah memposting 900-an video, tersangka belum pernah mendapat honor. Karena konten yang diuploadnya melanggar ketentuan hak cipta yang ditentukan oleh platform," jelasnya.

Sementara untuk video KTP palsu yang diunggah tersangka hingga kini telah ditonton sebanyak 93.000 kali. Dedi menilai berita hoaks tersebut bisa berdampak negatif bagi masyarakat yang tak tahu kebenarannya.

Dari hasil penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti peralatan yang digunakan tersangka untuk membuat berita bohong.

"Pasal yang di sangkakan 15 UU No.1 / 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, karena telah menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau tidak lengkap. Sementara, tersangka patut menduga bahwa kabar tersebut dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dengan sanksi hukuman penjara paling lama 2 tahun," tuntasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA