Friday, 21 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Amien Rais Politikus Tua Kerap Merendahkan Orang, Kali Ini Haedar Nashir Jadi Sasaran

Anas Baidowi - 21/11/2018 14:38

Beritacenter.COM - Eks Ketum Muhammadiyah Amien Rais mengancam Ketua Umum PP Muhammadiyah aktif Haedar Nashir, jika tidak menentukan pilihan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Amien Rais mengancam akan menjewer Haedar Nasir jika tetap kekeh membebaskan kadernya.

"Tidak boleh sampai nanti Haeder Nasir mengatakan untuk pilpres terserah masing-masing, monggo. Itu namanya bukan fatwa. Itu namanya penyelewengan. Tidak Boleh," kata Amien saat Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center, Selasa (20/11).

Baca Juga : IMM "Jewer" Balik Pernyataan Amien Rais

Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menuding Haedar Nasir sebagai pimpinan kurang tegas karena tidak menentukan pilihan yang akan dipilih warga Muhammadiyah.

Menanggapi hal tersebut. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menuding anjuran Amien Rais bertentangan dengan marwah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, dan tidak penting untuk ditanggapi.

"Pernyataan Pak Amien bertentangan dengan semangat khittah yang digagas dalam muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar yang menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terikat dengan Parpol apapun," kata Ketum DPP IMM, Najih Prastiyo, Rabu (21/11).

Menurutnya, Muhammadiyah tidak ada urusan dengan sikap dukungan politik, baik Jokowi-KH Ma'ruf atau Prabowo-Sandi. Jadi jangan giring Muhammadiyah pilih Prabowo.

Baca Juga : Soal Niat Prabowo Rekrut Guru dari Eropa, Golkar: Kurang Apa Kualitas Guru Indonesia?

IMM juga mengatakan, Pak Amin tidak pantas memaksakan Ketum PP Muhammadiyah berpihak pada salah satu pasangan. Jika hal itu terjadi, Pak Amien telah membuat publik memberikan label Muhammadiyah sebagai tim sukses Capres-cawapres tertentu.

Yang terparah, Amien Rais coba-coba menyetir Muhammadiya. Dia meminta warga Muhammdiyah mengikuti arahannya. Dengan begitu Amien Rais meminta warga Muhammdiyah mengabaikan Haedar Nasir.

Bahkan Amin mengaku dirinya salah-satu pimpinan yang mendapatkan suara terbanyak yang mana hal itu terjadi saat Muktamar 1998 lalu.

"Jadi dia (Haedar) keliru besar, saya ini juga ketua Muhammadiyah, ingat lho ya, tahun 1998 saya dipilih 98,5 persen itu legitimasinya tinggi sekali, sampai sekarang saya dengan Muhammadiyah," ujar Amien.

Ingat pendiri Muhammadiyah itu KH. Ahmad Dahlan, bukan Amien Rais. Dan Muhammadiyah didirikan bukan untuk memenangkan Prabowo-Sandi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA