Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

RS Polri: Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Memerlukan Ketelitian dan Ketekunan

(Ketelitian dan ketekunan) baik untuk mengetahui mendapatkan informasi tanda-tanda medis maupun tanda-tanda properti dan yang terakhir adalah pemeriksaan DNA

Aisyah Isyana - 16/11/2018 22:54

Beritacenter.COM - Pihak keluarga korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, Manurung, bertanya prihak waktu yang dibutuhkan RS Polri untuk mengidentifikasi bagian tubuh korban yang ditemukan. Manjawab pertanyaan itu, pihak RS Polri menyebut proses identifikasi memerlukan ketelitian dan ketekunan.

"Perlu kami sampaikan bahwa kepada Bapak Manurung, kami dari tim DVI menerima kantong jenazah yang tim pencari penumpang sampai hari Sabtu kemarin, itu ada 195 kantong jenazah. Dari 195 ini, ada 666 body part," ujar Karumkit RS Polri Brigjen Musyafak dia RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018).

Baca juga :

Menurutnya, body part korban Lion Air yang diserahkan ke tim DVI, memiliki ukuran kecil-kecil. Untuk itu, proses identifikasi yang dilakukan tim DVI memerlukan ketelitian dan ketekunan.

"Body part ini, boleh kami sampaikan di sini, dari peristiwa-peristiwa kecelakaan yang ditangani oleh tim DVI, khususnya lagi kasus kecelakaan pesawat, barangkali kasus inilah yang mungkin dikatakan sifatnya agak lebih kecil-kecil dibandingkan AirAsia dan Sukhoi. Artinya, perlu ketelitian sekaligus ketekunan dalam pemeriksaan," tutur Musyafak.

"(Ketelitian dan ketekunan) baik untuk mengetahui mendapatkan informasi tanda-tanda medis maupun tanda-tanda properti dan yang terakhir adalah pemeriksaan DNA," imbuh dia.

Terlebih, sebanyak 666 body part yang diterima tim DVI memiliki bentuk yang beragam. Sebut contoh satu body part korban, jelas Musyafak, bukan berarti milik satu jenazah saja.

"Jadi satu jenazah bisa ada beberapa body part, itu yang perlu diketahui. Jadi, bukan 95 yang terindentifikasi dari 95 body part, bukan begitu, Pak. Jadi ini dari tim ahli DNA yang melaksanakan pemeriksaan sampel DNA, masih ada beberapa sampel DNA yang dalam proses penyelesaian yang diperkirakan tanggal 23 besok itu selesai semua karena masih perlu ketekunan," jelasnya.

"Sebagai contoh body part-nya adalah tulang dan sebagainya dan bahkan ada body part yang tidak didapatkan profil DNA. Sebagai contoh adalah kalau lemak, nah begitu. Jadi yang selama ini yang 95 teridentifikasi adalah dari beberapa body part, jadi bukan berarti yang di dalam instalasi forensik ini banyak sekali body part, bukan begitu. Ya demikian, Pak," imbuh Musyafak.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA