Monday, 10 Dec 2018
Temukan Kami di :
Politik

Timses Duga Ada Yang 'Gerakkan' Kaum Difabel Agar Serang Maruf Amin

Lukman Salasi - 14/11/2018 14:38

BeritaCenter.com - Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin telah memberikan penjelasan tegas soal penggunaan kata ‘Buta’ dan ‘Budek’. Perkataan itu dijelaskannya tidak untuk menghina fisik seseorang. Apalagi untuk menyinggung kaum difabel, tidak!

"Yang saya maksud 'buta' itu bukan buta mata, bukan budek telinga, tapi buta hati. Matanya nggak buta, jadi nggak ada hubungannya dengan fisik ya," kata Ma'ruf di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, jika ada yang masih menggugat dirinya, termasuk gugatan yang dilayangkan Suhendar sebagai penggerak Forum Tunanetra Menggugat atau gerakan aksi lainnya, dipastikan itu karena salah paham. Ma’ruf berharap mereka menyadari maksud utama dari ucapannya itu.

"Itu kan salah paham," tambahnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta kaum difabel tidak dijadikan alat politik.

"Saya berharap, kita jangan menggunakan difabel sebagai alat politik kita," ujar Abdul Karding, Senin (12/11/2018) malam.

"Karena ada kecenderungan pura-pura menafsirkan lain pernyataan Kiai Ma'ruf Amin, lalu dibangun emosinya saudara kita difabel seakan-akan Kiai Ma'ruf Amin ini merendahkan orang buta dan tuli. Saya kira itu upaya framing dan saya dapat pastikan menggunakan difabel sebagai alat politik dan itu tidak sehat, mending kita berdebat hal-hal yang baik," tambahnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA