Monday, 10 Dec 2018
Temukan Kami di :
Politik

Hati-Hati!!! Strategi Politik Kudeta Hizbut Tahrir Untuk Menguasai Negara

Indah Pratiwi - 13/11/2018 19:01

Beritacenter.COM - Organisasi Hizbut Tahrir yang mengusung sistem khilafah telah menghancurkan banyak negara hingga menelan korban jiwa. Termasuk di Jazirah Arab yang jadi asal muasal keberadaan organisasi tersebut.

Konsep yang dianut oleh kelompok Hizbut Tahrir berbenturan dengan konsep negara dan bangsa di dunia, termasuk nasionalisme arab di negara-negara Timur Tengah. Sehingga, kelompok Hizbut tahrir menjadi musuh bersama negara-negara di dunia, Selasa(13/11).

Hizbut Tahrir di Turki pernah membuat surat terbuka kepada para pejabat dan militer untuk mengajak bergabung dengan mereka membentuk khilafah. Kenekatan Hizbut tahrir ini pun berujung pelarangan oleh pemerintah Turki.

Pada tahun 1962-1963, Hizbut tahrir melakukan penyusupan di pemerintahan serta militer Irak dan Suriah. Mereka berusaha melancarakn kudeta seiring kekacauan politik akibat konflik dengan Israel. Kudeta tersebut pun gagal dan berujung pemberian hukuman kepada tokoh-tokoh Hizbut tahrir di kedua negara itu.

Di tahun 1967, upaya penyusupan Hizbut tahrir ke tubuh militer rupanya masih terus dilakukan. Hizbut tahrir rupanya memanfaatkan situasi perang saat Arab-Israel meletus. Pertempuran itu juga melibatkan Yordania pada tahun 1968, 1969, 1971, dan Irak 1969, 1972 maupun Mesir di tahun 1969, 1979.

Di Mesir sendiri pada tahun 1974, kader-kader Hizbut tahrir berupaya mengkudeta pemerintahan. Tragedi itu menimbulkan insiden berdarah di tengah situasi politik yang bergejolak saat Mesir sedang menghadapi permusuhan dengan Israel. Hingga, situasi itu membuat Presiden Mesir, Anwar Sadat terkena tembak oleh organiasi radikal Tanzim al-Jihad pada tahun 1981.

Pada tahun 2011, rupanya Hizbut Tahrir juga melakukan penyusupan di militer negara Pakistan. Seorang militer Pakistan, Brigadir Khan telah menyiapkan pasukannya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di Pakistan kapanpun dia inginkan. Akibatnya, pihak militer Pakistan langsung memberangus markas Brigadir Khan beserta kader-kader Hizbut Tahrir.

Namun, kini Hizbut Tahrir berbalik haluan yang sebelumnya sering melancarkan dengan mendirikan organ-organ di militer. Mereka kini berupaya untuk menyusup di politik. Hizbut tahrir menggunakan metode politik lantaran telah mendapat pelajaran saat melakukan kudeta Pakistan untuk merebut kekuasaan lantaran tidak mendapat dukungan sosial.

Hizbut tahrir kini tidak lagi menggunakan cara militer yang pernah dilakukan sebelumnya. Mereka kini membentuk partai dengan pengkaderan, melakukan interaksi dengan masyarakat dan berusaha mendapat simpati dari para pemimpin politik maupun pihak militer.

Di Yordania sendiri pada 13 Maret 1953 Hizbut Tahrir sempat berdiri. Namun, ketika izin itu sudah dikantongi oleh pihak Hizbut tahrir, pemerintah Yordania tiba-tiba membatalkan izin tersebut dan memenjarakan pemimpin Hizbut Tahrir.

Hizbut tahrir sempat menjadi magnet Muslim untuk menjadi pengikut. Namun, lantaran Hizbut tahrir militan akhirnya justru ditinggalkan pengikutnya, termasuk sang pendiri, Nabhani pada tahun 1977.

Setelah kematian pendirinya Nabhani, Syeikh Khaled Zaloum melanjutkan kepemimpinan Hizbut tahrir. Berdasarkan catatan jurnal The Transnational Network of Hizbut Tahrir Indonesia yang pernah ditulis oleh Mohamed Nawab Osman menjelaskan bahwa Hizbut Tahrir saat itu mulai merambah ke negara-negara barat seperti Eropa dan Amerika Serikat(AS).

Merambahnya Hizbut tahrir ke negara-negara barat dicegat oleh negara-negara Arab dan Afrika Utara yang memberikan tekanan agar Hizbut tahrir dimusuhi bersama. Tekanan itu membuat Hizbut tahrir dihukum in absentia(tanpa perlu hadir di pengadilan) dan langsung dieksekusi tanpa ampun.

Dalam sebuah tulisan Radical Islamist Movement yang diterbit oleh Pew Research Center menuliskan bahwa umat Islam Eropa di saat itu menerima dengan baik gagasan yang diberikan oleh Hizbut Tahrir. Penerimaan itu akibat dari tekanan sosial yang berasal dari masyarakat Muslim di dunia.

Hizbut tahrir di Eropa sendiri secara terang-terangan menolak aksi-aksi kekerasan. Mereka kini justru menggalang kampanye dan aksi massa untuk berdakwah dengan damai di hadapan publik. Namun, dengan perjuangannya itu justru membawa ambisi untuk mendirikan khilafah.

Berdasarkan laporan yang dilansir BBC, sudah ada 21 negara di dunia menolak kehadiran Hizbut tahrir diantaranya Mesir, Suriah, Turki, Rusia, Jerman, Malaysia, Yordania, Arab Saudi, Libya, Pakistan, Uzbekistan, Kirgistan, Tajikistan, Kazakhstan, China(Tiongkok), Bangladesh, Prancis, Spanyol, Tajikistan, Tunisia, Indonesia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA