Monday, 10 Dec 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Aktivis Perempuan "Sentil" Prabowo Lewat Surat Terbuka

Indah Pratiwi Budi - 10/11/2018 21:26

Beritacenter.COM - Seorang aktivis perempuan yang bernama Hemasari Dharmabumi, menuliskan surat terbuka untuk calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.


Dia sangat amat menentang dengan dengan pencalonan Prabowo menjadi Presiden RI, Pasalnya prabowo masih memilik dosa-dosa yang belum dia pertanggungjawabkan

SURAT TERBUKA
KEPADA SAUDARA PRABOWO SUBIANTO
Saudara Prabowo,

Nama saya Hemasari Dharmabumi. Saya di tahun 90an adalah seorang aktivis yang pernah anda anggap sebagai orang yg terlibat dalam berbagai urusan, dari mulai Timor Leste sampai Marsinah.

Saya memang penentang pencalonan anda sebagai Presiden RI karena ratusan alasan, termasuk karena anda bertanggung jawab terhadap hilangnya sahabat2 kami, berbagai kerusuhan menjelang 1998, dan berbagai pelanggaran HAM dan kekerasan yang terjadi di Papua dan Timor Leste. Tapi, bukan karena itu saya membuat surat ini. Surat ini adalah sebuah surat antara anda yg mengaku warga negara Indonesia, dengan saya yang juga orang Indonesia.

Saudara Prabowo,
Lelucon anda yang menyebutkan "tampang Boyolali" untuk menunjukkan keudikan dan tidak diterimanya kalangan orang tertentu di sebuah pergaulan dan kemewahan tidaklah lucu. Tetapi sangat kampungan dan sangat rasis.

Cara anda merendahkan sebuah etnik berpopulasi terbesar di Indonesia, tidak pernah akan berhasil mengangkat derajat anda ke tempat yang begitu mulia, melainkan hanya menaruh anda pada posisi pesakitan yang mengibakan. Tidak akan mampu membuat anda mencuci tangan berlumuran darah, namun hanya akan membuka tabir sesungguhnya dari kondisi kejiwaan anda yg sakit.

Anda tidak akan pernah dapat membangun negeri ini dengan menempatkan diri anda sebagai Brahmana diantara kaum Sudra. Anda memang tdk bisa memimpin apa2. Tapi saya menuntut agar anda menghentikan penghinaan2 kepada orang lain, karena apa yg anda miliki sekarang juga bukan didapat dari kemuliaan.

Seperti juga yang saya pikirkan setiap hari akhir2 ini, saya mengajak anda untuk merenung. Semua manusia pasti mati. Dan tdk suatu apapun yang berguna di hari kematian mereka, selain amal kebaikannya. Berbuatlah baik, berhentilah menista.

Jakarta, 2 Nopember 2018.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA