Monday, 24 Jun 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

Gubernur BI Sebut Defisit Transaksi Berjalan Tidak Akan Pengaruhi Rupiah

Indah Pratiwi - 09/11/2018 20:24

Beritacenter.COM - Defisit Transaksi Berjalan pada Kuartal III 2018 meningkat mencapai USD 8 miliar atau 3,37 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Dan angka itu, lebih tinggi di kuartal sebelumnya yang mencapai USD8,0 miliar atau 3,02 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa defisit berjalan sebesar USD8,8 miliar tidak akan terlalu mempengaruhi rupiah. Pihaknya, kata dia, akan terus menjaga defisit transaksi berjalan di tahun 2019.

"Kami sudah komunikasikan bahwa CAD kuartal III itu lebih tinggi dari kuartal II. Meski lebih tinggi, itu di bawah 3,5% dari PDB. Kami sudah komunikasikan di kuartal IV dan 2019 akan menurun. Sehingga secara keseluruhan, untuk 2018, perkiraan kami tetap di bawah 3% dari PDB," jelas Perry di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa. Penurunan ini lantaran dipengaruhi meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Bank Indonesia sendiri akan mengamati perkembangan global untuk melihat pengaruh prospek NPI seperti misalnya masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global dalam perdagangan dunia yang cenderung turun.

 




Berita Lainnya

BI Klaim Tidak Ada Penarikan Dana Besar-besaran

24/05/2019 21:46 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA