Thursday, 30 Jan 2020
Temukan Kami di :
Politik

Prabowo Minta Maaf Soal 'Tampang Boyolali', PDIP Sarankan Berbicara Positif Ketimbang Mencela

Mending kita bicara yang positif membangun martabat kita daripada mencela bangsa kita mau bangkrut, bangsa kita tergantung asing, dan sebagainya. Lebih baik kita menyampaikan program-program bagaimana kita mengatasi secara bersama-sama persoalan itu

Aisyah Isyana - 07/11/2018 20:43

Beritacenter.COM - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto telah meminta maaf soal pidatonya terkait 'tampang Boyolali' yang dinilai telah menyinggung berbagai pihak. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, semestinya permintaan maaf dilakukan dengan tulus tanpa syarat maupun catatan.

"Ya permintaan maaf bagian dari tradisi kita saling maaf memaafkan, kalau ada masalah kita juga tabayun, tapi kalau permintaan maaf dengan rakyat itu ya itu hal yang tanpa syarat. Maaf ya maaf nggak usah pakai catatan," kata Hasto, di DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Hasto mengaku telah menerima permintaan maaf itu dan langsung menelepon Bupati Boyolali Seno Samodro, untuk menerima permintaan maaf Prabowo agar situasi kondisinya lebih menyejukkan.

"Ya tulus tidak teman wartawan lebih tahu ekspresi gimana itu rasa sesal atau hanya khawatir elektoralnya turun itu kan bisa keliahtan. Tetapi kami melihat apa pun permintaan maaf keluar dari pemimpin itu hal yang baik hal yang positif, kami menerima permintaan maaf itu," ucap Hasto.

"Saya langsung menghubungi Bupati Boyolali udah minta maaf terima saja, semua damai, bergandengan tangan. ananti kalaau pak Prabowo datang sudah kita kasih air degan (kelapa muda) supaya menyegarkan," imbuhnya.

Adapun prihal tudingan mempolitisasi isu 'tampang Boyolali', Hasto mengaku justru yang dilakukan merupakan bagian dari pendidikan politik. Hal itu dilakukan agar pemimpin memahami kebudayaan bangsa dan nilai ditengah masyarakat.

"Sebenarnya kita nggak pernah mempolitisasi yang ada adalah kami lakukan adalah pendidikan politik agar setiap pemimpin itu berdisiplin dalam berbicara setiap pemimpin itu memahami kebudayaan. Kita memahami nilai nilai yang hidup di tengah masyarakat, jangan karena biasa masuk hotel kemudian mengatakan masyarakat sana nggak bisa masuk hotel, kurang pas bagi seorang pemimpin," ucap Hasto.

Hasto juga menghimbau agar kubu Prabowo untuk berbicara dengan lebih bermakna positif ketimbang mencela bangsa. Dia juga menyarankan agar kubu oposisi lebih berbicara soal program dan bagaimana mengatasi suatu permasalahan.

"Jadi lebih baik kita belajar bersama-sama menjadi pemimpin itu ditentukan dengan yang disampaikan ke publik. Mending kita bicara yang positif membangun martabat kita daripada mencela bangsa kita mau bangkrut, bangsa kita tergantung asing, dan sebagainya. Lebih baik kita menyampaikan program-program bagaimana kita mengatasi secara bersama-sama persoalan itu," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA