Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Ekonomi

Pendiri Alibaba Kecam Perang Dagang: 'Itu Bodoh'

Anas Baidowi - 07/11/2018 08:21

Beritacenter.COM - Miliader dan pendiri Alibaba asal China, Jack Ma mengecam keras perang dagang yang digaungkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Beijing dan Washington saling memberlakukan tarif perdagangan terhadap ratusan miliar dolar barang.

Presiden AS sudah mengancam memberlakukan tarif lebih besar terhadap produk-produk China senila USD500 miliar jika perang dagang tidak menyelesaikan masalah.

"Perang dagang AS-China merupakan hal paling bodoh di dunia ini," kapa Jack Ma seperti dilansir Reuters.

Tanggapan Ma tersebut dilontarkan di China Internasional Import Expo (CIIE) yang digelar di Shanghai. CIIE adalah pameran internasional bertujuan mempromosikan China sebagai pasar impor dari negara lain. Ma mengungkapkan defisit perdagangan AS dengan China menjadi dalih bagi Trump.

Ma mengungkapkan kalau Trump menganggap defisit tersebut menjadi penyakit ekonomi. Nilai defisit perdagangan antara Washington dan Beijing mencapai USD375 miliar. Ma juga mengatakan, perang dagang diklaim Trump bisa meningkatkan jumlah lapangan kerja hingga 1 juta pekerjaan baru. Tanpa perang dagang, menurut Ma, Trump menilai akan timbul permasalahan besar.

“Pergeseran China ke model impor nanti akan menjadi penderitaan berat bagi banyak pengusaha. Tapi, itu akan menciptakan kesempatan baik bagi banyak konsumen,” ujar Ma. Ma juga menyatakan pemerintah tak perlu khawatir tentang inovasi. “Pandangan saya, jangan khawatir tentang teknologi,” katanya.

Dia mengatakan, orang yang khawatir tentang teknologi adalah orang tua, pemerintah, dan orang sukses. “Mereka membenci teknologi dan khawatir tentang hal itu,” ujarnya. Dia menambahkan, diri nya tidak pernah melihat anak muda khawatir dengan teknologi. Menurut Ma, tujuan utama perdagangan seharusnya mempromosikan perdamaian dan komunikasi, bukan konflik. Dia menganggap peningkatan proteksionisme itu merupakan arah salah. “Tidak ada yang bisa menghentikan perda gangan bebas,” ujarnya.

Para investor berharap rencana pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jingping saat konferensi G20 di Ar gentina pada akhir bulan ini akan menurunkan ketegangan perdagangan.

Banyak negara berharap perang dagang China melawan AS segera berakhir, seperti perang dagang antara AS dengan Uni Eropa serta AS dengan Kanada dan Meksiko. Ma pernah memperingatkan konflik dua kekuatan ekonomi dunia itu bisa berlangsung beberapa dekade. Dia mengungkapkan itu bisa merugikan bisnis Alibaba, tapi itu tetap memberikan keuntungan lalu lintas perdagangan.

Selepas kemenangan Trump, Ma menemuinya di New York untuk menjanjikan pembentukan lapangan kerja dengan membantu industri skala menengah AS untuk menjual produksi di China dan Asia.

Namun, Ma mengungkapkan rencana itu sudah tidak mungkin lagi. “Janji itu adalah dasar hubungan kerja sama antara China-AS dan alasan kerja sama perdagangan bilateral,” ujar Ma. Dia mengungkapkan situasi akhir ini merusak rencana tersebut. “Janji itu tidak bisa dipenuhi,” ujarnya. Saham Alibaba terus merosot dan pernah mengalami penurunan paling tajam hingga 30% pada Juni lalu.

China Siap Berunding dengan AS

Wakil Presiden China Wang Qishan mengungkapkan, China siap menggelar pe run dingan dan bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan perang dagang. Itu disebabkan dua negara ini akan sama-sama dirugikan akibat konfrontasi tersebut. Apalagi perang dagang itu juga merusak pasar keuangan dan mengguncang ekonomi global.

“Baik China dan AS akan menyukai perdagangan yang lebih luas dan kerja sama ekonomi,” kata Wang dalam forum Bloomberg New Economy Forum di Singapura. “Pihak China siap berdiskusi dengan AS mengenai isu yang menjadi perhatian dan bekerja mencari solusi untuk perdagangan yang bisa diterima kedua belah pihak,” katanya.

Wang menjelaskan, dunia kini menghadapi banyak permasalahan besar yang memerlukan kerja sama erat antara China dan AS. “Itu menjadi kepercayaan tegas kita bahwa China dan AS akan kembali bekerja sama dan terhindari dari konfrontasi,” ujarnya. Penegasan Wang mendukung pernyataan Presiden Xi pada acara pameran karena Xi mengatakan Beijing akan tetap terbuka di tengah friksi dengan AS. Wang mengatakan, negatif dan kemarahan bukan cara mengatasi masalah globalisasi ekonomi, penghalang, atau ketegangan lainnya.

“Itu justru akan menyebabkan turbulensi pasar global,” ujarnya. Wang mendukung penyelesaian ketegangan melalui aturan dan konsensus serta menentang tindakan sepihak dan proteksionisme.




Berita Lainnya

Kembali Tertekan, Rupiah Dekati Rp14.900/USD

13/11/2018 09:21 - Fani Fadillah

Bank Dunia Bantah Pernyataan Prabowo Subianto

12/11/2018 16:51 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA