Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Geruduk Kantor KPK, NATO Desak Taufik Kurniawan Dipenjara

Indah Pratiwi - 01/11/2018 11:33

Beritacenter.COM, JAKARTA - Sejumlah massa aksi yang mengatasnamakan Nusantara Anti Korupsi (NATO) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam aksinya, mereka mendesak agar lembaga antirasuah tersebut segera menjebloskan Taufik Kurniawan ke dalam penjara.

Pasalnya Wakil Ketua DPR RI tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Taufik yang juga diketahui sebagai Wakil Ketua Umum PAN diduga keras menerima hadiah terkait dengan perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

"KPK jangan ragu apalagi loyo dalam menangani kasus ini. Demi jaga kredibilitas KPK Taufik wajib ditahan karena sudah jelas TSK," kata Koordinator NATO, Ahmad L di tengah-tengah orasinya di depan gedung KPK, Kamis (1/11/2018).

Ahmad menuturkan, masih berkeliarannya Taufik menghirup udara bebas meski telah berstatus tersangka seakan mengkerdilkan semangat pemberantasan korupsi bahkan tidak menimbulkan efek jerah, bagi para pelaku korupsi. Untuk itu lembaga anti rasuah meski segera mengambil langkah tegas.

"Apalagi Taufik sebagai wakil rakyat bahkan jabatannya sebagai wakil ketua DPR RI tidak ditahan bisa menimbulkan ketidak percayaan rakyat terhadap lembaga hukum. Bahkan bisa juga muncul kecurigaan bahwa KPK masuk angin," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ahmad, KPK pun meski membidik pihak-pihak yang disinyalir ikut mencoba mengintervensi dan menggembosi kasus yang diduga melibatkan Taufik Kurniawan yang juga sebagai politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Desak KPK periksa pihak-pihak eksternal yang diduga ingin melakukan intervensi terhadap kasus yang melibatkan Taufik Kurniawan. Karena kuat dugaan mereka pun terlibat sehingga ingin melakukan upaya-upaya menggembosi proses hukum kasus ini," imbuhnya.

NATO pun mendesak Taufik agar rela menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI dan fokus pada kasus yang sedang menerpanya. Pasalnya wakil rakyat meski memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa dihantui beban kasus korupsi.

"Bisa-bisa perjuangan menyalurkan aspirasi rakyat tidak sesuai dengan harapan. Masih banyak anggota DPR yang kredibel dan mumpuni mengemban tugas wakil ketua DPR," pungkasnya. 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA