Sunday, 29 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Pembakaran Bendera di Garut Tak Ada Unsur Pidana, Polisi : Spontanitas, Tanpa Ada Niat

Contoh kalau dia punya niat dia bawa bensin, korek dibakar kertas dan sebagainya. Tapi di video, dia bakarnya susah, nyari kertas seadanya, korek saja minta-minta. Itu menunjukkan spontanitas dan pemahaman yang cuma sekadar itu saja.

Aisyah Isyana - 25/10/2018 09:28

Beritacenter.COM - Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menyatakan, bendera yang dibakar sejumlah anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) di Limbangan, Garut, adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa bendera yang diambil dan dibakar itu bendera HTI," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018).

Baca juga :

Organisasi HTI merupakan organisasi masyarakat yang sudah dibubarkan pemerintah, berdasarkan UU No. 16/2017. Dalam hal ini, orang yang membawa bendera HTI telah melaggar hukum dan perlu disidik, lantaran diduga sebagai mantan anggota HTI yang menyusup pada upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Limbangan.

Tak Ada Unsur Pidana, Spontan Dilakukan Tanpa Ada Niat

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan unsur pidana pada kasus pembakaran bendera oleh oknum Banser di Alun-alun Limbangan Kabupaten Garut, Senin (22/10).

"Karena perbuatan tersebut spontan yang dilakukan oleh oknum Banser yang mendasari terhadap konsensus yang telah disepakati sebelumnya. Sampai hari ini kami belum menemukan adanya sikap batin yang lain selain menghilangkan bendera HTI itu," ujar Umar di Mapolda Jabar, Rabu (24/10/2018).

Umar mengatakan, aksi pembakaran bendera itu dilakukan secara spontan tanpa ada niat. "Tujuannya adalah agar tidak bisa digunakan lagi karena dia tahu HTI adalah ormas yang sudah dilarang pemerintah," kata dia.

"Contoh kalau dia punya niat dia bawa bensin, korek dibakar kertas dan sebagainya. Tapi di video, dia bakarnya susah, nyari kertas seadanya, korek saja minta-minta. Itu menunjukkan spontanitas dan pemahaman yang cuma sekadar itu saja. Sekali lagi ini hasil yang sementara didapat," tambahnya.

Buru Pembawa Bendera HTI

Umar mengatakan, kepolisian sudah mengantongi identitas orang yang dengan sengaja membawa bendera yang diduga menyusup ke dalam acara apel.

Umar menjelaskan, kegiatan upacara hari santri itu awalnya berlangsung lancar. Namun, tak beberapa lama, ada seorang pria berkopiah menggunakan kain berwarna hijau mengeluarkan bendera yang identik dengan HTI.

"Sebagai pihak keamanan yakni Banser bersikap. Karena telah diatur dalam tupoksi pada saat rapat awal. Banser kemudian mengamankan orang itu lalu dibawa ke posko," ujarnya.

Saat diamankan dan ditanya oleh Banser, pria itu mengaku tak membawa identitas diri. "Pada saat itu ditanya tidak bawa STNK, KTP atau identitas lainnya sama sekali. Hanya ngaku orang Cibatu. Dan memang bahasanya mengunakan logat Sunda," papar Umar.

Setelah upacara selesai, anggota Banser melakukan tindakan pembakaran terhadap bendera HTI tersebut. "Tindakan pembakaran tadi dilakukan oleh subyek tanpa adanya niat apapun kecuali yang ia tahu ini bendera HTI," kata Umar.

Untuk itu, Umar mengatakan pihaknya akan mencari pemuda yang membawa bendera untuk mengetahui motif yang bersangkutan.

"Itulah yang sedang kita cari. Siapa dia? Apa tujunnya? Yang jelas dia di luar tiga kecamatan yang disebutkan tadi. Peserta pun tidak ada yang kenal. Sehingga kita bisa identifikasi orang ini bukan berasal dari tiga kecamatan yang memang menjadi tamu dan peserta upacara," jelasnya.

 




Berita Lainnya

Polisi Kirim Surat Cinta ke Rizieq

29/11/2020 18:31 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA