Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Pembakaran Bendera HTI, Polisi : Tidak Ada Unsur Pidana

Dewi Sari - 25/10/2018 06:35

Beritacenter.COM - Ditreskrimum Polda Jabar saat ini masih melakukan pemeriksaan terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan tauhid, di Alun - alun Limbangan, Kabupaten Garut.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan prapenyelidikan terkait kasus tersebut. Yang artinya polisi masih belum menemukan unsur pidana dalam kasus ini.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan polisi saat ini masih memeriksa tiga orang dalam kasus pembakaran bendara tauhid. Tiga orang tersebut diantaranya adalah satu panitia upacara Hari Santri Nasional di Limbangan dan dua orang yang melakukan pembakaran bendera.

“Sekarang (ketiga orang itu) di Garut karena status mereka belum—boro boro—tersangka, saksi saja masih berita acara interograsi. Karena masih proses lidik belum sidik. Tadi malam masih di Mapolres Garut. Status hukum masih orang bebas dia mau ke mana saja terserah enggak ada masalah,” ujar Umar saat sesi jumpa pers setelah melakukan gelar perkara di Gedung Direskrimum Polda Jabar, Kota Bandung, rabu (24/10).

Umar menuturkan dari hasil gelar pekara penyidik saat ini tidak menemukan unsur kesengajaan terhadap dua anggota Banser yang membakar bendera berkalimat tauhid. Justru, polisi menilai apa yang dilakukan pembakaran bendara tersebut merupakan aturan bahwa dalam acara HSN di Limbangan itu dilarang membawa bendera selain bendera merah putih.

“Karena perbuatan tersebut perbuatan spontan yang dilakukan oleh oknum Banser yang mendasari terhadap konsensus yang telah disepakati sebelumnya. Sampai hari ini kami belum menemukan adanya mens rea (niat) atau sikap batin yang lain selain menghilangkan bendera HTI itu. Kemudian ketika ada larangan maka mereka melakukan pembakaran,” katanya.

Umar mengatakan penyidik menyebutkan bahwa pembakar bendera tauhid tidak ada niat untuk melakukan tindak pidana, dengan tidak adanya bukti yang mengarah pada aksi pembakaran tersebut.

“Contoh kalau dia punya niat bendera itu dibawa, kedua dia sudah nyiapkan korek, bensin, kertas, mungkin rekan-rekan sudah lihat kertas juga susah yang ada korek itu juga nyari-nyari. Itu menunjukan kespontanisan, sebatas itu saja,” ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA