Tuesday, 10 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Bakar Bendera HTI, GP Ansor Minta Maaf Sudah Bikin Gaduh

Aisyah Isyana - 24/10/2018 12:30

Beritacenter.COM, JAKARTA - Ketua umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meminta maaf terkait dengan pembakaran bendera bertuliskan lafadz Tauhid oleh beberapa orang oknum kader Banser di kawasan Garut, Jawa Barat.

"Minta maaf itu mudah, tapi yang harus dicatat minta maafnya kepada siapa, atas apa minta maafnya. Kalau atas pembakaran bendera HTI, tentu tidak," kata pria yang karib disapa Gus Yaqut saat konferensi pers di kantor PP GP Ansor, di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Baca juga :

Gus Yaqut juga menegaskan bahwa bendera yang dibakar oleh kadernya di Garut dalam agenda Peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Garut pada tanggal 22 Oktober 2018 tersebut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan organisasi politik yang dibubarkan oleh pemerintah.

Tudingan itu pun tanpa alasan, Gus Yaqut menyampaikan bahwa dalam seni menulis teks arab ada istilah yang dikenal sebagai Khat, sebuah seni tipografi yang biasa digunakan untuk memperindah tulisan arab. Dan khat yang terdapat dalam kalimat Tauhid tersebut adalah identik dengan atribut HTI.

"Tulisan tauhid itu khat, yang dipakai HTI itu identik. Khat-nya begitu ya itu bendera HTI meskipun tanpa ada nama HTI nya," tuturnya.

Ia pun menyamakan identik bendera yang dituding sebagai bendera HTI tersebut dengan bendera-bendera lain. Walaupun tanpa ada tulisan yang menyebutkan identitas tertentu, namun publik bisa memahami bahwa bendera itu melambangkan sebuah entitas tertentu.

"Apapun yang mereka argumentasikan, sama halnya dengan merah putih tidak ada tulisannya Indonesia tapi semua orang bisa pahami itu bendera Indonesia, kemudian bendera palu arit walau itu tidak ada tulisan PKI. Sama saja kan," paparnya.

Fakta lain untuk memperkuat bahwa bendera yang dibakar kader Banser di Garut tersebut adalah bendera HTI adalah jejak digital dan pengakuan langsung kader HTI.

"Jejak digital tidak bohong, berbagai kegiatan HTI termasuk di tahun 2013 di GBK, mereka kibarkan bendera itu. Kemudian, fakta ketika persidangan HTI di PTUN, pengacara pemerintah saat itu juga kader LBH Ansor, di sana disampaikan bahwa bendera itu ditunjukkan HTI adalah bendera mereka," jelas Yaqut.

"Kalau mereka menyangkal artinya mereka memanipulasi umat Islam, kita temukan fakta-fakta seperti itu, ya kita tanyakan saja balik kepada mereka," tambahnya.

Pun demikian, pasca peristiwa pembakaran bendera HTI tersebut publik mendapatkan persepsi yang salah dan negatif sehingga kegaduhan pun tak terindahka, Gus Yaqut mewakili GP Ansor sebagai organisasi meminta maaf kepada publik.

"Kami GP Ansor minta maaf kepada seluruh masyarakat, apa yang dilakukan kader kami malah terjadi kegaduhan, bukan minta maaf atas pembakaran bendera HTI ya," tutupnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA