Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Dua ABG Jadi Tersangka Pembacokan Pelajar di Cinere

Fani Fadillah - 23/10/2018 17:20 Polisi amankan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membacok korban

Beritacenter.COM - Dua orang ABG ditetapkan sebagai pelaku utama dari sepuluh remaja yang diamankan atas kasus tewasnya Rizky Ramadhan (17) di Jalan Punak , depan Pangkalan Jati Golf, Cinere, Kota Depok, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan penyidik telah menetapkan dua pelaku utama dari sepuluh pelaku yang diamankan petugas. Keduanya kedapatan membawa senjata tajam.

Baca juga:

“Telah kita tetapkan dua pelaku yaitu MD,17, yang membawa senjata tajam jenis clurit, dan NF,16, yang menyerang korban dengan menggunakan celurit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, korban merupakan salah sasaran dari kelompok pelaku yang berasal dari SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Rencana kelompok pelaku mendapat tantangan oleh kelompok pelajar lain untuk tawuran di lokasi TKP. Namun menyangka rombongan motor korban saat kejadian ada lima motor dianggap musuh pelaku langsung diserang,” katanya.

Rata-rata pelaku masih berusia dibawah umur, oleh karena itu penanganan kasus ini akan ditindaklanjuti Bapas Bogor.

“Kedelapan pelaku yaitu dikenakan Pasal 358 tentang penyerangan bersama-sama, lalu pelaku MD, dikenakan Undang-Undang Darurat No.12 tahun 1951 dan NF, dikenakan Pasal 351 ayat 3 yaitu penganiayaan menyebabkan korban meninggal dengan ancaman diatas lima tahun,” pungkasnya.

Selain itu Wakil Bidang Kesiswaan SMK 57 Cilandak, Amir Hasan mengatakan selepas mengetahui informasi dari Polsek Limo bahwa ada dugaan siswanya ikut terlibat pihaknya langsung membentuk tim investigasi.

“Pada saat kejadian tim kita berhasil menangkap sepuluh pelaku. lalu baru hari ini ada 10 pelajar lagi total ada 20 pelajar diduga terlibat dalam tawuran sudah kita serahkan semua ke Polsek,” ungkapnya.

“Sanksi terberat adalah dikeluarkan dari sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, ayah korban, Yahya berharap agar para pelaku yang membunuh Rizky dapat mendapat hukuman yang setimpal.

“Anak saya pendiam dan pernah macam-macam. Jika ada keramaian selalu berdiam diri dirumah, jadi tidak mungkin jika berbuat macam-macam apalagi tawuran,” tutupnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA