Sunday, 29 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Pernyataan Lengkap Menko Polhukam Soal Pembakaran Bendera Tauhid

Anas Baidowi - 23/10/2018 16:29

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Wiranto melaksanakan rapat koordinasi guna membahas pembakaran bendera HTI berkalimat tauhid. Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan memastikan penanganan kasus dilanjutkan.

Rapat tersebut berlangsung di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10). Hadir dalam rapat itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jaksa Agung M Prasetyo, Kemendagri, Kemenkum HAM, MUI, dan perwakilan PBNU untuk membedah secara terbuka peristiwa pembakaran berdera tersebut.

Baca Juga : Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, Ketua GP Ansor Dipolisikan

Inilah penjelasan lengkap yang disampaikan Wiranto terkait pembakaran bendera HTI dengan tulisan kalimat tauhid:

Peristiwa pembakaran tersebut akibat adanya penggunaan kalimat Tauhid dalam Bendera HTI sebagai Ormas yang sudah dilarang keberadaannya. Yang muncul dalam upacara Hari Santri di beberapa daerah (Tasikamalaya, Garut) untuk daerah lainnya Bendera tersebut dapat diamankan dengan tertib. Sedangkan di Garut cara mengamankannya dengan cara dibakar oleh oknum Banser.

PBNU telah meminta kepada GP Ansor untuk mengklarifikasi kejadian di Garut dan menyesalkan cara tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman. Namun sesungguhnya sebagai Ormas Islam tidak mungkin dengan sengaja membakar "Kalimat Tauhid" yang sama artinya melakukan penghinaan terhadap diri sendiri. namun semata-mata ingin membersihkan pemanfaatan Kalimat Tauhid dimanfaatkan oleh organisasi HTI yang telah dilarang keberadaannya. Walaupun demikian, GP Ansor telah menyerahkan ketiga oknum Banser untuk diusut Kepolisian melalui proses hukum yang adil.

Baca Juga : MUI : Harusnya Bendera Tauhid Tidak Digunakan Sebagai Identitas Kelompok Tertentu

MUI telah melakukan pengkajian juga berpendapat bahwa peristiwa tersebut patut disesalkan. Namun jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara Umat Islam yang dapat membahayakan persaudaraan bangsa.

Dalam rangka memperjelas permasalahannya, maka klarifikasi dan pendalaman akan dilaksanakan oleh pihak Polri dan Kejaksaan RI, untuk menentukan penanganan selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan penjelasan ini, maka diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh karena telah mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Siapa pun dan pihak manapun yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk haI-hal negatif yang akan mengganggu ketenangan masyarakat sama dengan mengkhianati pengorbanan para pendahulu kita. Utamanya para santri dan ulama yang telah berkorban untuk NKRI.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA