Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
Politik

Sandi "Nyinyir" Tentang Dana Kelurahan, Budiman Sudjatmiko : Pasang Pete Di Rambut Emang Lebih Hebat

Indah Pratiwi Budi - 23/10/2018 11:55

Beritacenter.COM - Sebelumnya, calon wakil presiden Sandiaga Uno menyinyir kebijakan dana kelurahan bermotif politik karena diberikan pada tahun 2019 berbarengan dengan pelaksanaan Pemilu 2019. Sandi menyebut dengan istilah ‘ada udang di balik batu’.

Hal tersebut membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Budiman Sudjatmiko, angkat bicara. Dia, mengatakan jabatan presiden merupakan jabatan politik yang kebijakannya juga lahir dari kebijakan politik.

“Presiden itu jabatan politis. Jadi Wakil Gubernur DKI itu juga jabatan politis. Saya anggota DPR itu juga jabatan politis. Kenapa sih harus menjelek-jelekkan politik. Wong nyatanya juga hidup dari politik. Dan butuh keputusan politik untuk melahirkan dana desa dan kelurahan,” katanya di Posko Cemara, Jalan Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Anggota Komisi II DPR RI itu juga heran dengan cawapres nomor urut 02 yang mengkritisi kebijakan dana kelurahan yang dinilai akan menguntungkan Jokowi secara politik.

“Itu kan sama saja satu perusahaan bersaing x dan y . Dan y lebih kreatif. Kemudian c bilang ‘kok ngeluarin gitu sih. Cuma mau cari untung saja’. Lah yang ngomong juga perusahaan yang cari untung. Apa hak moralnya,” imbuhnya mengandaikan.

Bagi Budiman, langkah politik Jokowi lebih tepat. Dia pun menyindir kubu Prabowo – Sandi yang dinilai sempat menggunakan isu penganiayaan Ratna Sarumpaet sebagai komoditas politik.

“Justru cari untungnya jangan merusak banyak orang. Kalau nyari keuntungan politiknya dengan merusak kecerdasan orang, menyebar hoaks boleh dikritik. Operasi plastik malah dianggap dianiaya. Yang itu gak mau dikritik. Yang jelas-jelas dampaknya merusak kewarasan bangsa. Malah sibuk membela diri,” tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai sikap Sandi yang mempermasalahkan kebijakan dana kelurahan sebuah sikap yang menggelikan. Budiman pun menyinggung gimmick Sandi selama kampanye

“Ini ada sebuah kebijakan yang sudah jelas memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa eh disindir. Ini gimana? Jadi menurut saya apa yang disampaikan pak sandi tidak gentle, tidak fair. Menggelikan bagi saya,” ujarnya.

“Kenapa pasang pete di rambut dan anggapan tempe setipis kartu ATM dianggap lebih keren, lebih unggul dibanding dana kelurahan yang akan mensejahterakan kelurahan. Iri sih boleh tapi jangan dengki. Kalau iri bagus, kalau dengki anda hanya ingin lihat orang lain susah,” tuntas Budiman.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA