Friday, 27 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Mabes Polri Pastikan Proses Hukum Kasus Pembakaran Bendera Mirip HTI di Garut

Kita tindak secara hukum agar dapat menenangkan atau menetralkan situasi kondusif secara umum

Aisyah Isyana - 23/10/2018 07:45

Beritacenter.COM - Adanya kasus pembakaran bendera mirip organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat, dipastikan Mabes Polri akan ditidak secara hukum. Proses hukum terkait kasus itu dilakukan guna mencegah gesekan antar kelompok.

"Kita tindak secara hukum agar dapat menenangkan atau menetralkan situasi kondusif secara umum," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Dedi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan mengamankan sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Polisi juga akan menurunkan atau men-take down video yang viral di media sosial terkait pembakaran bendera berlafaz tauhid tersebut.

Baca juga :

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan jika pihaknya sudah mengamankan tiga orang terkait pembakaran bendera diduga HTI di Kabupaten Garut tersebut.

Dalam kasus ini, Budi meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya insiden ini. Polres Garut, jelas Budi, masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang diduga pembawa bendera saat perayaan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan.

"Diduga bendera (yang dibakar) HTI. Tapi akan didalami lagi, bisa saja spontanitas. Makanya harus diketahui motifnya seperti apa," kata Budi Satria.

Sekedar diketahui, viral video di media sosial yang menampakkan sekelompok orang tengah membakar bendera berwarna hita bertuliskan tulisan arab. Video berdurasi 2,04 menit itu diduga terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut, dan mulai beredar pada Senin (22/10).

Sekelompok orang melakukan pembakaran terhadap bendera itu sembari menyanyikan mars Banser, Hubbul Wathon. Aksi pembakaran itu memicu kontroversi lantaran kalimat dalam bendera dianggap kalimat tauhid.

Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Haedar membenarkan aksi pembakaran bendera dilakukan anggotanya. "Iya betul berdasarkan konfirmasi dari pengurus Ansor Garut (pembakaran terjadi di Garut). Kejadian di Limbangan," ucap Deni kepada wartawan, Senin (22/10).

Pembakaran bendera tersebut dalam tradisi Ansor, lanjutnya, untuk menjaga kesucian kalimat thayyinah atau tulisan ayat suci dari kemungkinan dihinaan. Salah satu caranya dengan membakar. Namun, Deni menyayangkan cara membakar dan lokasi yang tidak tepat. Deni memastikan pihaknya akan mengivestigasi insiden tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA