Tuesday, 20 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Gelar Aksi Dukung TGB, Massa: Usir "Setan" yang Intervensi dan Ganggu Internal KPK

Fani Fadillah - 19/10/2018 16:22 Demo di depan gedung KPK

Beritacenter.COM - Banyaknya pihak yang berusaha mengintervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat massa yang tergabung dalam Laskar Perantau NTB dan Front Pembela TGB (FPT) menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Para pendemo mendesak kepada para pemimpin KPK saat ini agar tak mudah terpengaruh dengan mantan pimpinan KPK yang berusaha ikut campur dalam masalah internal lembaga antirasuah.

Baca juga:

“Ketua KPK Bapak Agus Rahardjo dan para pimpinan KPK lainnya, kami berharap mereka tidak masuk angin. Kami sangat mengutuk jika ada mantan pimpinan KPK yang mengintervensi kasus yang sedang ditanganinya,” tegas Ahmad L selaku koordinator aksi.

Dalam orasinya, para demonstran juga berdoa untuk mengusir "setan-setan" yang hendak mengganggu dan mengintervensi KPK.

Ahmad juga sependapat dengan pernyataan sejumlah pakar hukum yang mengatakan bahwa pertemuan antara Deputi Penindakan KPK Brigjen (Pol) Firli dan Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) tidak melanggar aturan.

“KPK sudah bersuara, dan para Deputi itu dipastikan menjalankan tugas dan kewenangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kelembagaan dengan sepengetahuan pimpinan. Lantas kenapa orang luar KPK jadi ribut, seperti yang dilakukan oleh ICW,” sebutnya.

“Kami yakin KPK tidak terpengaruh dengan pihak-pihak yang sudah umek kayak cacing kepanasan, mencoba cari-cari kesalahan,” sambungnya.

“Ada mantan pimpinan KPK yang sok kebal hukum, sok paling benar. Kami cuma sarankan berkaca dulu, atau kami minta cabut Deponeringnya," ucapnya lagi.

Menurutnya, ada kelompok yang tengah berusaha membunuh karakter TGB di Indonesia.

Hal itu bukan tanpa alasan, kata Ahmad, pasalnya Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali menyeret-nyeret nama besar TGB terkait pertemuannya dengan dua pimpinan KPK. ICW juga mendesak KPK untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik tersebut.

“Sungguh laknat orang-orang yang sengaja merusak kehormatan TGB dengan pemberitaan negatif menuduh menerima gratifikasi dari divestasi saham Newmont. Kami minta KPK jangan masuk angin dengan opini-opini diluar, kami yakin KPK solid,” ungkapnya.

Dia juga berharap KPK dapat bekerja secara independen dan tak terpengaruh dengan berbagai tekanan yang datang dari "setan-setan" yang mengganggunya.

“KPK jangan mau di intervensi dari pihak luar. KPK harus independen,” imbuhnya.

Terakhir, Ahmad juga mengingatkan kepada Agus Rahardjo cs agar tak termakan informasi palsu yang bertujuan untuk membenturkan KPK dengan Polri. Khususnya soal fitnah keji yang diarahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal pemberitaan Indonesialeaks.

“KPK jangan terpengaruh dengan fitnah-fitnah keji yang beredar diluar. Keakuratan pemberitaannya tidak bisa dipercaya sehingga hampir mirip dengan hoaks. Kapolri Jenderal Tito menjadi korban pembunuhan karakter bagi musuh-musuh nya. Waspadai upaya pelemahan KPK dengan mengadu domba KPK dan Polri,” pungkasnya.




Berita Lainnya

Polri: Situasi Papua Malam Ini Sudah Kondusif

19/08/2019 22:13 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA