Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Politik

Prabowo Usung 'Gerakan Emas', PDIP : Rakyat Bisa Mengira PS Nebeng Nama Tenar Emas

Ntar rakyat mengira PS (Prabowo Subianto) nebeng nama tenar 'emas', walau isinya tidak sama karena ada 'emas'-nya PS adalah program peningkatan gizi lewat minum susu. Sedangkan program Jokowi lebih lengkap dan bersifat jangka panjang

Aisyah Isyana - 17/10/2018 21:53

Beritacenter.COM - Capres sekaligus Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengusung 'Gerakan Emas' sebagai ganti Revolusi Putih yang berfokus terhadap pemberian susu untuk ibu dan anak-anak.

Menanggapi program yang diusung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sanidaga, PDIP menyebut jika Jokowi sudah mendeklarasikan Generasi Emas melalui Perpres 87/2017. Untuk itu, PDIP mempertanyakan program yang diusung capres nomer urut 02 itu.

"Ini salah nama kayaknya karena pemerintah Jokowi sudah mendeklarasikan Generasi Emas melalui Perpres 87/2017, yaitu Program Pendidikan Karakter (PPK)," ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Rabu (17/10/2018).

Baca juga :

Isi dari program PKK, jelas Eva, dilakukan melalui pendidikan karakter yang diharapkan dapat mencetak generasi emas pada 2045. Generasi emas ini, nantinya akan menjadi perintis perubahan dalam membentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang lebih baik.

"Generasi emas yang dicita-citakan ini adalah generasi yang bermodalkan kecerdasan komprehensif, yakni produktif, inovatif, interaksi sosial yang baik, dan berperadaban unggul," tuturnya.

Program Gerakan Emas Prabowo, dinilai Eva dapat membuat masyarakat bingung. Dalam hal ini, Prabowo bisa saja dianggap menjiplak dengan menebeng nama tenar 'emas', walaupun sebetulnya isi programnya tidak sama.

"Ntar rakyat mengira PS (Prabowo Subianto) nebeng nama tenar 'emas', walau isinya tidak sama karena ada 'emas'-nya PS adalah program peningkatan gizi lewat minum susu. Sedangkan program Jokowi lebih lengkap dan bersifat jangka panjang," kritik Eva.

Eva menilai, nama dan substansi program Prabowo kurang kreatif. Dalam Nawacita Presiden Jokowi, stunting--yang merupakan salah satu fokus program 'Gerakan Emas' Prabowo--dimaknai lebih mendasar, tidak sekadar kurang gizi.

"Karena ternyata hal tersebut akar masalahnya soal perilaku. Jadi, kalau diselesaikan melalui minum susu doang, nggak akan menyelesaikan masalah. Apalagi emak-emaknya ikut minum susu, padahal stunting hanya untuk anak-anak," ujar Eva.




Berita Lainnya

Reuni 212 Sarat Agenda Politik

13/11/2018 14:41 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA