Friday, 19 Oct 2018
Temukan Kami di :
Politik

Tiga Kali Gagal, Sekjen Gerindra Sebut Pilpres 2019 Terberat Bagi Prabowo

Dewi Sari - 11/10/2018 13:38

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral (sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai bahwa pilpres 2019 merupakan persaingan terberat bagi Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden. Sebab, dinilai koalisinya merasa di kepung.

"Kami merasakan, terus terang ini adalah bobot terberat beliau menjadi calon presiden. Jadi, kami merasa bahwa Prabowo saat ini dikepung," kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

Muzani mengatakan apalagi Prabowo sudah merasakan tiga kali maju dalam pilpres. Pertama, 2009 menjadi wakil calon presiden Megawati. Saat mengalahkan Susilo Bambang Yudhyono yang merupakan petahanan dua periode.

"2014, Pak Prabowo bertanding ataupun menghadapi Pak Jokowi (Joko Widodo) yang keduanya bukan incumbent. Sekarang 2019, Pak Prabowo kembali maju menjadi penantang Pak Jokowi selaku petahana. Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi sekjen partai yang mengusung beliau," kata Muzani.

Pada Pilpres 2009, sekalipun saat itu lawan Megawati-Prabowo adalah calon petahana, SBY-Boediono, Ia tidak merasakan ada pengerahan bupati, wali kota, gubernur semasif seperti saat ini. Pilpres 2019 ini, gubernur, bupati, wali kota seperti dikerahkan untuk memberikan deklarasi dukungan ke Jokowi-Ma'ruf.

"Event bupati yang kita usung pun tidak memiliki keberanian untuk menyatakan dukungan kepada Pak Prabowo-Sandi. Meskipun, kami juga menyatakan bapak ibu kewajibannya adalah memberikan pelayanan kepada rakyat di kabupaten, di kota, di provinsi yang sedang dipimpin. Biarlah kewajiban untuk memenangkan Prabowo-Sandi menjadi kewajiban partai pengusung dan tim pemenangan yang sudah kita bentuk," terang Muzani.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA