Wednesday, 12 Dec 2018
Temukan Kami di :
Internasional

Otoritas Mesir Ringkus Putra Eks Presiden Morsi Karena Sebarkan HOAX

Anas Baidowi - 11/10/2018 13:03

Beritacenter.COM - Putra bungus mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi ditangkap Otoritas Mesir terkait tuduhan menyebarkan kabar palsu atau hoax. Namun, dia dibebaskan dengan jaminan.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (11/10), penangkapan terhadap Abdullah Morsi untuk ditanyakan atas tuduhan menyebarkan berita palsu terkait wawancara dengan kantor berita Associated Press pekan lalu mengenai penahanan ayahnya.

Dalam wawancara tersebut, pria berusia 23 tahun itu mengatakan bahwa kondisi kesehatan ayahnya telah memburuk dikarenakan kondisi penjara. Ia juga mengatakan, keluarganya jarang diizinkan menjenguk sang ayah di penjara.

Mantan presiden Mohamed Morsi telah di penjara sejak dirinya digulingkan oleh militer Mesir pada tahun 2013, menyusul aksi protes besar-besaran untuk menentang kepemimpinannya.

Sumber kehakiman Mesir mengatakan, Abdullah kemudian dibebaskan dengan jaminan 5 ribu pound Mesir (US$ 280).

Beberapa jam sebelumnya, saudara laki-laki Abdullah, Ahmed mengatakan, polisi tiba di rumah keluarga mereka di Kairo pada Rabu (10/10) pukul 07.00 waktu setempat saat mereka masih tidur. Polisi, ujar Ahmed, menodongkan senjata api ke sopir dan tukang kebun sementara tiga polisi lainnya membangunkan Abdullah.

Tahun lalu, pengadilan banding memerintahkan Mohamed Morsi dipenjara 25 tahun atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Qatar. Dia juga telah menjalani masa hukuman 20 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan para demonstran saat aksi demo pada tahun 2012.

Abdullah, anak bungsu dari lima anak Morsi, pernah dipenjara satu tahun setelah ditangkap pada tahun 2014 atas dakwaan kepemilikan narkoba. Setelah tergulingnya Morsi, panglima militer saat itu yang kini menjadi Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi melancarkan operasi penangkapan terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin yang menaungi Morsi.




Berita Lainnya

Rusia Kirim Pesawat Pengebom ke Venezuela

11/12/2018 15:30 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA