Friday, 19 Oct 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Upaya Amien Rais Ciptakan Kegaduhan, Jeratan Kasus Hoax Menanti

Anas Baidowi - 11/10/2018 09:16

Beritacenter.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Amien Rais mengancam mengungkap kasus korupsi yang lama mengendap di KPK. Ancaman Amien Rais itu dinilai sebagai upaya dari Amin Rais untuk menciptakan kegaduhan.

"Kalau Pak Amien ada bukti kasus korupsi serahkan saja ke KPK. Tidak usah membuat kegaduhan di tengah suasana politik yang sedang hangat," kata Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra, di Surabaya, Rabu (10/10).

Baca Juga : Mahfud MD: IndonesiaLeks Diciptakan Untuk Membuat Polemik, Investigasinya Hoax

Yusril berharap, perkataan Amien Rais tidak menjadi polemik baru berkepanjanganyang berpotensi memecah belah. Pemeriksaan sebagai saksi menurut Yusril, adalah hal biasa jadi jangan risau.

Kompolnas Apresiasi Polda Metro Jaya

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi pada Polda Metro Jaya yang menerapkan prinsip equality befor the law dengan memanggil tokoh-tokoh penting di Indonesia untuk menjadi saksi kasus Ratna Sarumpaet.

"Sangat disayangkan ketika Polisi menerapkan equality before teh law, ada yang menuding Polri berpihak dan ada juga yang menuntut Kapolri dicopot dengan tudingan tindakan korupsi dan kasusnya pernah diperiksa KPK," kata Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto, Rabu (10/10).

Baca Juga : Sebut Amien Rais Tamu Terhormat, Polri Pastikan Tak Ada Pengistimewaan

Bekto menganggap tudingan yang dilontarkan mantan Ketua MPR tersebut adalah tudingan yang sangat serius dan harus dapat dibuktikan kebenarannya. Bekto mengakui, sebagai pengawas fungsional, Polri sudah melakukan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya dan Propam Polri terkait kasus yang dituduhkan kepada pribadi kapolri, namun, tuduhan tersebut tidak terbukti.

"Hasil klarifikasi yang dilakukan Kompolnas menunjukkan apa yang dituduhkan terhadap diri Kapolri tidak terbukti," tegasnya.

Bekto mendesak, kepada pihak-pihak yang telah menyebarkan berita bahwa pribadi Kapolri sudah menerima aliran dana, tetapi ternyata tidak dapat dibuktikan.

Baca Juga : KPK Mentahkan Semua Hasil Investigasi Indonesialeaks

"Maka Polri tidak boleh ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa saja yang sudah menyebarkan berita bohong sesuai dengan hukum yang berlaku," tuturnya.

Selain Kompolnas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah menyatakan kasus yang dituduhkan kepada pribadi Kapolri tidak terbukti, diperkuat dengan pemeriksaan rekaman CCTV di KPK, saksi-saksi, dan pemeriksaan pengawas internal KPK.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA