Wednesday, 12 Dec 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Terbongkar...! Inilah Skenario Berita Hoaks Yang Dibuat Ratna sarumpaet

Indah Pratiwi Budi - 08/10/2018 11:35

Beritacenter.COM - Kasus Hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet sangat amat menyita perhatian publik, lantaran isu tersebut dilakukan ditengah-tengah rakyat indonesia yang sedang berduka karena Palu, mengalami musibah terkena gempa dan tsunami.

Banyak kalangan politik yang membuat keruh isu tersebut, padahal belum mengetahui asal kejadiannya. Lawan politik Jokowi juga terus menyerang dengan isu tersebut dan dikaitkan dengan rezim yang otoriter.

Akhirnya isu terbongkar setelah salah satu nitizen yang juga dokter bedah plastik memberikan pernyataan bahwa luka lebam yang berada dimuka Ratna bukanlah dari luka pukulan, lantaran habis melakukan operasi plastik.

Hal ini membuat publik bertanya-tanya apakah ada muatan politik dibalik kasus hoaks yang dibuat Ratna Sarumpaet ?

Inilah kemungkinan skenario kasus hoax Ratna sarumpaet akan berlangsung seperti ini:

Kemungkinan Skenario-nya

- 31 Jan 2018 RS meminta dana perjalanan ke Chile kepada Dinas Pariwisata DKI via Anies.
- Jul 2018 disposisi diberikan oleh Anies berupa dana dan dukungan 100% kepada RS.
- 21 Sept (sore) (H-13 sebelum keberangkatan), RS sengaja operasi plastik utk alat bukti penganiayaan.
- 02 Okt (dini hari) (H-2) isu penganiayaan pertama kalinya mulai disebarkan oleh Fadli Z, Rachel M, Dahnil S, Fahri H.
- 02 Okt (sore) (H-2) Prabowo bertemu RS utk menguatkan isu ini dengan menyatakan terjadi pelanggaran HAM.
- 03 Okt partai Gerindra menduplikasi isu ini dan meminta Tito mundur bila tak bisa menangkap dalangnya.
- 03 Okt Amien Rais, Hanum, FPI, Zulkarnaen, dll memperbesar isu tsb, bahwa telah terjadi kekerasan oleh penguasa/pemerintah.
- 04 Okt (malam) berita penganiayaan terhadap RS (warga yg menjadi oposisi), yg diduga dilakukan oleh rezim berkuasa makin santer.
- 04 Okt (malam) RS berangkat ke Chile melalui Soekarno Hatta.
- 04 Okt (malam), RS berada diluar yurisdiki RI.
- 05 Okt RS tiba di tujuan (Chile).
- 05 Okt RS kepada pers menyatakan kabur dari RI karena ketakutan dan terancam.
- 12 Okt RS memberikan kesaksian di acara Women Playrights International, bhw dia adalah saksi hidup korban kekerasan oleh negara, dengan disertai bukti berupa foto-foto dan caption pemberitaan berbagai media massa.
- Okt 2018, RS meminta suaka ke beberapa negara lain, dengan alasan keselamatannya terancam bila kembali.
- Okt 2018 - Apr 2019, RS yg telah mendapat suaka di negara lain terus-menerus menggaungkan pernyataan bahwa pemerintah Jokowi adalah rezim otoriter yang tidak segan-segan menggunakan kekerasan, guna mendegradasi elektabilitasnya

RS sengaja memilih waktu oplas 13 hari (H-13) sebelum keberangkatannya, agar ketika tiba di Chile, bengkak2nya sudah pulih shg tak ada orang yg bisa memastikan apakah itu karena oplas atau dianiaya.

Fadli Zon sengaja me-release berita penganiayaan 2 hari sebelum keberangkatan RS, dg pertimbangan tidak akan cukup waktu bagi Polri utk membongkar kasus ini, sehingga RS tidak akan dicekal saat terbang ke Chile.

Perhatikan foto Fadli dan Ratna yg wajahnya bengkak2. Foto tsb sudah diambil jauh hari (bukan pada H-2), saat efek oplas masih jelas sekali. Bandingkan dgn foto Prabowo dan RS diatas, dimana bengkak2 wajah RS sudah tidak terlihat. Mengapa Fadli dengan sengaja me-release foto pada H-2, dan bukan di hari yg sama saat pemotretan tsb.

Prabowo dengan sigap mendatangi RS di rumahnya. Hal yg sangat jarang dilakukan Prabowo utk menjenguk satu2 anak buahnya. Apalagi langsung disusul dg acara konferensi pers. Kejadian langka ini, gan... emoticon-Big Grin

Semuanya dilakukan dengan sistematis, dirancang dengan timing yg matang sejak berbulan-bulan sebelumnya.

Sayangnya, keteledoran di sisi RS, soal posisi HP yg bisa terlacak 8 hari sebelumnya dari record jaringan selular dan pembayaran oplas yg menggunakan kartu debit atas namanya, menghancurkan skenario tsb.

 

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/5bb78523620881d8728b4583/breaking-news-ratna-sarumpaet-resmi-ditahan-mulai-malam-ini-jumat-5-oktober-2018/?ref=homelanding&med=obrolan_hangat

 




Berita Lainnya

Mei 98 dan Noktah Hitam Prabowo

12/12/2018 11:53 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA