Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Lebih Dari 1.000 Jenazah Korban Kebrutalan ISIS Ditemukan di Sebuah Kuburan Massal

Tim respons awal dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada Rabu (03/10/2018) kemarin menemukan kuburan massal itu saat melakukan penyisiran ke kawasan Al - Panorama.

Sari Intan Putri - 04/10/2018 14:16

Beritacenter.COM - Kuburan massal kembali ditemukan di bekas benteng pertahanan ISIS di kota Raqqa, Suriah. Penemu sangat yakin jika lebih dari 1.000 jenazah yang dikuburkan di tempat itu.

Tim respons awal dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada Rabu (03/10/2018) kemarin menemukan kuburan massal itu saat melakukan penyisiran ke kawasan Al - Panorama.

Sebuah sumber mengungkapkan jika kuburan massal itu berisi 1.000 hingga 1.500 jenazah dan tertutup reruntuhan bangunan yang hancur.

Sangat diyakini jika jenazah yang ditemukan merupakan warga sipil dan juga anggota ISIS yang terbunuh saat berlangsungnya serangan udara yang dilancarkan koalisi AS.

"Tim dari Komite Rekonstruksi Dewan Sipil Kota Raqqa terus mengeluarkan jenazah yang dikubur di bawah rumah-rumah warga, serta fasilitas umum, termasuk sekolah, selama kota itu dikuasai teroris ISIS," kata SDF.

Lebih lanjut diketahui juga jika sudah lebih dari 2.200 jenazah yang telah ditemukan sejak kelompok ISIS diusir dari kota awal tahun ini.

Dari banyaknya jumlah itu, ternyata hanya 75 jenzah saja yang baru dikembalikan kepada keluarganya untuk kemudian dimakamkan dengan layak. Yang lain masih tetap belum teridentifikasi dan mulai membusuk.

Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International dalam laporannya telah mengecam Koalisi AS di Suriah yang dianggap telah gagal melindungi warga sipil selama dilancarkannya serangan melawan kelompok teroris ISIS.

Dan lebih parahnya lagi, laporan tersebut disangkal dengan koalisi dan menyebut hanya ada 23 korban tewas dari warga sipil selama hampir lima bulan dilancarkannya kampanye militer ke Kota Raqqa pada Juni hingga Oktober 2017.




Berita Lainnya

74 Orang Tewas Akibat Topan di Jepang

16/10/2019 09:50 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA