Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Pengakuan Pengeroyok Haringga, Sungguh Keji!

Fani Fadillah - 28/09/2018 16:02 Rekonstruksi pengeroyokan Haringga

Beritacenter.COM - Sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap Haringga Sirla. Hingga kini pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang ikut mengeroyok korban yang merupakan suporter Persija hingga tewas.

Baca juga:

Dua hari lalu pada Rabu (26/9) polisi menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Dari rekonstruksi itu terungkap berbagai pengakuan dari para pelaku saat mengeroyok korban hingga tewas. Berikut ulasannya.

1. Awal pemukulan bagian kepala

Penganiayaan yang dilakukan bobotoh terhadap Haringga Sirila sungguh keji. Pemukulan Haringga dimulai ketika dia diketahui sebagai suporter Persija Jakarta. Pelaku bernama Budiman, orang yang pertama kali memukul korban. Dalam rekonstruksi diketahui, Budiman memukul bagian kepala Haringga dengan besi sebanyak tiga kali.

Setelah itu, SMR ikut memukul dengan tangan kiri. Aksi SMR tidak itu saja. Dia mundur sejenak sambil membawa keling dan memukul Haringga tiga kali di bagian kepala. Penganiayaan dilanjutkan oleh Dadang yang menendang korban sebanyak dua kali di bagian kepala, Goni pun menendang punggung dua kali.

2. Sempat iba tapi terbawa emosi

Salah satu pelaku, Aditya mengaku awalnya dia iba melihat korban dipukuli. Dia berusaha melerai penganiayaan tapi itu tak membuahkan hasil. Dia kemudian melihat sticker yang berlogo Jakmania. Hasrat untuk ikut memukuli itu muncul seketika melihat sticker Jakmania.

Aditya memukul dengan tangan kosong sebanyak dua kali di bagian pipi. Tak berhenti di sana, dia melanjutkan aksinya dengan menendang di bagian pinggang korban. Aditya sempat membakar kartu tanda anggota (KTA) Thejak milik korban. Lalu dia kembali menendang Haringga empat kali.

"Dari belakang saya ada yang bilang itu The Jak sambil nunjukin sticker. Ya saya juga ikut mukulin akhirnya," katanya.

3. Puas menganiaya pelaku ngopi-ngopi

Dalam rekonstruksi diketahui pelaku di bawah umur DFA ikut menendang dua kali dengan kaki kanan, dua kali ke arah punggung dan menendangnya ke arah perut. Teman DFA, Cepy pun ikut menendang Haringga sebanyak dua kali.

Tak ada rasa berdosa di wajah mereka, sebab beberapa saat usai mengeroyok para pelaku dengan santai ngopi-ngopi "Iya setelah itu kita di sini. Ya ngopi-ngopi saja sambil makan," kata Cepi saat ditanya penyidik.

4. Satu pelaku membantah memukul

Dari delapan tersangka, ada satu pelaku bernama Joko Susilo yang mengaku tidak mengeroyok korban. Padahal tersangka lainnya melihat Joko ikut menganiaya Haringga. Joko memukul ke arah muka dua kali dan dua kali mengarahkan tendangan ke tubuh Haringga.

"Saya enggak mukul," kata Joko bernada pelan sambil menggelengkan kepala.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA