Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Insiden Tewasnya Haringga, Polisi Sayangkan Panpel Tak Sediakan Layar Lebar

Seandainya layar lebar itu ada paling tidak bisa memecah konsentrasi massa yang tidak masuk, (massa) tidak melakukan tindakan anarkis melempar petugas dengan batu dan botol. Kalau sarana ada pasti mereka memilih menonton dan tidak melakukan hal itu,

Aisyah Isyana - 25/09/2018 12:57

Beritacenter.COM - Tragedi nahas tewasnya suporter Persija Haringga Sirla akibat dikeroyok oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Minggu (23/9) lalu, menjadi bahan evaluasi aparat kemanan.

Sebelum pertandingan Persib vs Persija digelar, pihak kepolisian sendiri sudah melakukan rapat koordinasi dengan panitia pelaksana (Panpel), bobotoh dan aparat keamanan untuk saling bersinergi mengamankan jalannya pertandingan.

Baca juga :

"Awalnya kan kami usulkan untuk ditunda (menjadi) Selasa dengan pertimbangan hari Minggu mengantisipasi jumlah penonton membludak," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema di Balai Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Pertandingan pun tetap berlangsung dengan membludaknya penonton yang membanjiri stadion berkapasitas sekitar 38 ribu tersebut. "Animonya luar biasa. diperkirakan sampai 100 ribu orang yang datang sementara kapasitas hanya 38 ribu," katanya.

Irman mengakatan, prihal masalah membludaknya penonton awalnya sudah diantisipasi dalam rapat koordinasi. Dalam rapat itu, kesepakatannya panpel akan menyediakan layar lebar untuk memecah kerumunan penonton di lokasi.

"Namun disayangkan pada pelaksanaannya tidak ada (layar lebar). Nah ini yang menjadi bahan evalausi kenapa yang sudah disepakati tidak direalisasiskan panitia," sesalnya.

Jika layar lebar yang awalnya disepakati dihadirkan, jelas Irman, bukan tidak mungkin akan memecah konsentrasi massa yang tidak bisa masuk ke stadion untuk tidak bertindak anarkis.

"Seandainya layar lebar itu ada paling tidak bisa memecah konsentrasi massa yang tidak masuk, (massa) tidak melakukan tindakan anarkis melempar petugas dengan batu dan botol. Kalau sarana ada pasti mereka memilih menonton dan tidak melakukan hal itu," ujarnya.

Dengan adanya hal ini, Irman berharap agar kedepannya panitia tidak mengingkari lagi apa yang sudah disepakati dalam rapat koordinasi.

"Harapan kami, pihak-pihak terkait bisa bekerja sama dan bertanggung jawab agar ke depan pelaksanaan jadi lebih baik. Tidak saling lepas tanggung jawab. Sehingga semua bisa kita antisipasi," tegas Irman.




Berita Lainnya

Jual Pil Koplo Dikaleng Biskut, Ilyas Dicokok Polisi

20/10/2020 09:20 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA