Sunday, 29 Mar 2020
Temukan Kami di :
Politik

Dahnil Jadi Jubir Timses Prabowo, Antoni: Heran, padahal 'dia' punya sejarah HAM kelam

Fani Fadillah - 20/09/2018 15:58 Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni

Beritacenter.COM - Koalisi Prabowo-Sandi resmi meminang Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi Koordinator Tim Juru Bicara di Pilpres 2019. Melihat hal itu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni mengaku heran.

Pasalnya Antoni menilai sikap Dahnil sebagai seorang aktivis malah mendukung sosok yang memiliki catatan kelam di masa lalu.

Baca juga:

"Waktu akan membuktikan apakah pilihan Dahnil benar atau salah. Tapi yang pasti bergabung dengan seseorang yang memiliki latar belakang sejarah HAM yang kelam, bagi aktivis seperti Dahnil akan menjadi pertanyaan awal bagi kalangan kawannya-kawannya sesama aktivis," ujar Antoni di Posko Cemara, Kamis (20/9).

"Apakah ini menjadi pilihan politik pas bagi anak muda seperti Dahnil," sambungnya.

Antoni juga menyebut bahwa sosok Ketua PP Pemuda Muhammdiyah itu sebenarnya adalah politisi dan bukanlah akademisi maupun aktivis. Dahnil juga diketahui merupakan PNS dosen tetap Universitas Tirtayasa, Banten.

"Selamat kepada junior saya sesama aktivis Muhammadiyah, selamat bergabung di dunia politik riil. Saya dari dulu agak paham beliau ini sebenarnya politisi tetapi sudah dibungkus sebagai tokoh aktivis kultural," jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta Dahnil segera mengurus prosedur administrasi untuk mencabut statusnya sebagai PNS sekaligus membicarakan posisinya sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, merujuk aturan internal organisasi.

"Terkait hal-hal yang bersifat administratif beliau PNS sekarang masih ketum PP Pemuda Muhammadiyah silakan. Saya tidak tahu persis bagaimana aturan internal di Pemuda Muhammadiyah," tuturnya.

Hanya saja ia yakin keterlibatan Dahnil dengan merapat ke kubu Prabowo tidak akan menyeret organisasi Islam tertua itu ke ranah politik praktis.

"Muhammadiyah secara kelembagaan selalu ditekankan Dr Haedar Nashir Ketum PP Muhammadiyah netral ya. Dan itu diatur dalam khitah Muhammadiyah yang sudah diuji tahun ke tahun ya," jelasnya.

"Ada political disengangement menjaga jarak antara kekuatan politik. Jadi ini keputusan personal Dahnil dan perlu dicek di AD/ART Pemuda Muhammadiyah. Apakah harus lepas jabatan, apakah nonaktif, saya enggak tahu persis. Ini sama sekali tak beri sinyal Muhammadiyah memberikan dukungan kepada Prabowo Sandi," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA