Monday, 17 Dec 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Buka Jasa Pijat Plus-plus Dirumah, Pasutri di Surabaya Diciduk Polisi

Aisyah Isyana - 18/09/2018 00:17

Beritacenter.COM - Lantaran diduga menjalankan praktik prostitusi berkedok layanan pijat, pasangan suami-istri harus berurusan dengan polisi. Pasutri ini diduga menawarkan jasa pijat plus-plus melalui media sosial.

Pasutri berinisial YS (34) suami dan FT (35) istri, warga Jalan Lebak Jaya II, Kelurahan Gading, Tambaksari, Surabaya, diketahui membuka layanan pijat plus-plus dengan memperkerjakan dua terapis di rumah mereka.

Baca juga :

"Sang suami berperan sebagai pencari pelanggan, rata-rata pelanggannya adalah teman dekat sang suaminya," kata Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni kepada wartawan, Senin (17/9/2019).

Sementara sang istri, berperan mencatat dan menerima pembayaran dari tamu yang menyewa jasa terapis plus-plus. "Cara mencari pelanggan, sang suami mengunakan media sosial dan chatting melalui kaskus," ungkap Ruth.

Adapun tarif yang ditawarkan tersangka kepada para tamu untuk jasa pijat plus-plus, yakni Rp700 ribu. Nantinya, jelas Ruth, tarif dari para tamu akan dibagi dua, yakni untuk terapis dan kedua tersangka.

"Tarifnya Rp 700 ribu. Rp 400 ribu untuk tersangka sementara terapisnya Rp 300 ribu untuk sekali layanan. Praktik prostistusi itu sudah berjalan sejak Desember 2017 hingga September 2018, atau 10 bualn" kata Ruth.

Para terapis yang di pekerjakan mereka, awalnya mmelamar untuk menjadi pembantu di rumah tersangka. Namun, akhirnya pembantu itu mengaku juga bisa melayani pijat plus-plus.

"Dulu awalnya datang ke sini dari layanan ojek online. Mereka awalnya melamar jadi pembantu. Namun kemudian mereka juga mengaku bisa melayani pijat plus-plus. Saya juga tidak pernah masang tarif hanya akan mengaji bulanan," ujar YS.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa alat kontrasepsi, handphone, dan buku tamu. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2, 17 UU No 21 tahun 2007 dan Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP.




Berita Lainnya

Polisi Ungkap Minuman Aqua Palsu

15/12/2018 15:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA