Saturday, 22 Sep 2018
Temukan Kami di :
News

Anggota DPRD Mataram Terjaring OTT Dugaan Korupsi Dana Rehabilitasi Pasca Gempa

Aisyah Isyana - 14/09/2018 21:04

Beritacenter.COM - Pihak Kejaksaan menahan legislator DPRD Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhir, terkait kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi SD dan SMP pasca gempa senilai Rp4,2 miliar.

Kajari Mataram I Ketut Sumadana mengatakan, penahanan terhadap Muhir dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan yang saat ini telah masuk ke tahap penyidikan dengan menetapkan Muhir sebagai tersangka.

Baca juga :

"Untuk memudahkan proses penyidikannya, Muhir yang telah ditetapkan sebagai tersangka secara resmi kita tahan mulai hari ini hingga 20 hari ke depan di Lapas Mataram," kata Sumadana di Mataram, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (14/9/2018).

Pengungkapan kasus ini bermula saat Muhir terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Jum'at pagi, sekira pukul 10.00 WITA. Muhir tertangka tangan menerima uang tunai Rp30 juta dari Kadis Pendidikan Kota Mataram Sudenom, yang didamping seorang kontraktor berinisial CT.

Sumadana menjelaskan, uang itu diduga sebagai uang yang diminta Muhir setelah anggaran proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa senilai Rp4,2 miliar, disahkan dalam pembahasan APBD-P Kota Mataram Tahun 2018.

Muhir langsung menjalani pemeriksaan di ruang jaksa penyidik Pidana Khusus Kejari Mataram, setelah diamankan bersama Kadis Pendidikan dan kontraktor. Selanjutnya, setelah diperiksa jaksa penyidik dengan 30 pertanyaan, Muhir digiring ke Lapas Mataram.

"Keterangan dia (Muhir) langsung dikonfrontir dengan keterangan dua lainnya (Sudenom dan CT)," ujarnya.

Sementara prihal uang tunai Rp30 juta, Muhir tidak mengakui jika itu permintaan jatahnya dari pengesahan proyek Rp4,2 miliar tersebut. "Dari pemeriksaan sementaranya, tersangka ini tidak mengaku kalau itu uang yang dimintanya," ungkap Sumadana.

Sumadana menambahkan, proses penyidikan akan terus berlanjut dengan pemeriksaan terhadap Sudenom dan CT, yang saat ini masih berstatus sebagai saksi dari kasus dugaan korupsi tersebut.

"Untuk dua lainnya, mereka masih saksi, makanya tidak ditahan, nantinya akan diperiksa kembali dalam agenda penyidik," ucapnya.




Berita Lainnya

Warga Serpong Tolak Acara Tagar Ganti Presiden

22/09/2018 17:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA