Wednesday, 08 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

Polri Usut Dugaan Keterlibatan WN Polandia dengan Kelompok Bersenjata di Papua

Aisyah Isyana - 12/09/2018 18:29

Beritacenter.COM - Warga Negara Polandia, Jakub Fabian Skrzypski alias JFS (29), dibekuk polisi lantaran diduga memasok senjata ke kelompok separatis di Papua. WN Polandia itu diringkus polisi bersama tiga WNI lainnya berinisial NW, EW, dan HW.

Mereka ditangkap di kawasan Wamena, Jayawijaya, Papua, 26 Agustus 2018 lalu. Polisi masih mendalami peran JFS atas dugaan keterlibatan pemasok senjata ke kelompok separatis di Papua. Namun, polisi belum mendapati bukti yang kuat terkait dukungan persenjataan yang diberikan JFS dalam kasus tersebut.

Baca juga :

"Peran dia selain memberi keyakinan kepada KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), akan membantu dari sisi logistik senjata, tapi kemungkinan itu kecil sekali," ujar Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Kendati begitu, WNA berinisial JFE ini diyakini memberi dukungan terhadap kelompok separatis di Papua. Peran JDS yang paling besar sejauh ini adalah memberikan akses publikasi seluruh kegiatan KKB ke dunia internasional. JFS disebut mendapat fasilitas untuk meliput berbagai kegiatan yang dilakukan KKB di Papua.

"Selama ini (yang diliput) menyangkut hal-hal yang sensitif yaitu pelanggaran HAM yang diduga dilakukan aparat keamanan. Itu yang coba mau diangkat perspektif dia. Aparat keamanan kita kan tidak terpancing, bahwa kita tetap menghormati hak asasi manusia dalam melakukan suatu tindakan-tindakan yang ada di sana," ucap Dedi.

Menanggapi kasus ini, Polri bersama Kementerian Luar Negeri masih terus mendalami motif dan latar belakang JFS dalam menyokong gerakan separatis di Papua. Polri masih belum bisa menyimpulkan apakah JFS merupakan agen intelijen yang tengah menjalani misi khusus.

Sementara ini, WN Polandia itu diketahui hanya mempublikasikan laporannya terkait KKB di melalui media sosial. JFS sendiri masuk ke wilayah Papua dengan visa turis sejak Juli 2018. JFS diduga sudah cukup lama berkomplotan dengan KKB di Papua.

Sejauh ini, WN Polandia berinisial JFS beserta tiga WNI lainnya dijerat Pasal 111, 106, 107, 108 juncto Pasal 53 dan 55 KUHP tentang Permufakatan Jahat Terhadap Negara dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polri dalam hal ini juga telah berkoordinasi dengan Kedubes Polandia untuk melakukan penahanan JFS di Polda Papua.

"Kita anggap permasalahan ini cukup serius karena melibatkan warga negara asing, makanya tim terus bekerja," Dedi menandaskan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA