Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
Politik

PAN Kecewa Demokrat Persilahkan Kader Dukung Jokowi-Ma'ruf

Anas Baidowi - 10/09/2018 08:34

Beritacenter.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) merasa kecewa pada sikap partai koalisi (Partai Demokrat) yang tidak mengarahkan seluruh kekuatan politiknya memenangkan calon pasangan presiden Prabowo-Sandi uno di Pilpres 2019.

"Demokrat telah berkomitmen untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandi. Oleh karenanya, koalisi juga mengharapkan PD mengarahkan seluruh kekuatan politiknya," kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, Senin (10/9).

Saleh juga mengatakan, PD hanya memberikan dukungan pada saat mendaftar di KPU, namun berbagi dukungan di wilayah dan daerah.

Dia juga menilai, bentuk dispensasi terhadap kader maupun DPD PD di sejumlah wilayah itu tak pantas. Semestinya, jika sudah resmi mendukung maka seharusnya PD all out memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Baca Juga: Politik Dua Kaki Partai Demokrat, Pengamat: Strategi SBY Amankan AHY di Kabinet

"Dalam pilpres yang hanya diikuti dua pasangan calon, rasanya tidak pas kalau ada dispensasi. Begitu menyatakan bergabung, sudah semestinya bersama-sama all out memenangkan. Kalau ada dispensasi dengan membolehkan sebagian mendukung pasangan kompetitor, lalu apa makna kebersamaan di koalisi Prabowo-Sandi. Tentu sangat tidak elok jika orang nanti menafsirkan partai demokrat bermain dua kaki. Padahal, saya yakin tidak ada niat seperti itu," tutur Saleh.

Kendati demikian, Saleh tak yakin kebijakan dispensasi kader PD untuk mendukung Jokowi itu sudah final. Ia yakin, PD, khususnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketum, akan ikut berjuang mati-matian memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

"Kebijakan itu kelihatannya masih sekedar wacana di tingkat pengurus. Diharapkan, SBY dapat mengambil langkah yang paling baik dan bijak menyangkut masalah ini," ujarnya.

PD memberikan dispensasi kepada DPD PD Papua dan kadernya, yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe, untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Padahal PD merupakan salah satu pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga: Politik Dua Kaki Partai Demokrat di Pilpres 2019

Selain DPD Papua, empat wilayah lain seperti NTT, Sulut, Papua Barat, dan Bali juga berpotensi diberikan dispensasi. Sementara untuk kader PD, tak hanya Lukas, eks Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar pun mendukung Jokowi-Ma'ruf. Malahan Deddy jadi salah satu juru bicara di Tim Kampanye.

Kendati akan mengizinkan kadernya dan DPD-nya di sejumlah wilayah mendukung Jokowi-Ma'ruf, namun PD telah menepis anggapan pihaknya bermain dua kaki. PD juga menegaskan bahwa pihaknya tak mengkhianati Prabowo-Sandi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA