Friday, 28 Feb 2020
Temukan Kami di :
Politik

Mantan Napi Korupsi Bisa Nyaleg, Mahfud MD: Bawaslu Bikin Kacau

Indah Pratiwi - 07/09/2018 02:10

Beritacenter.COM - Keputusan Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) yang meloloskan caleg dari mantan napi korupsi menuai polemik di masyarakat luas. Bawaslu dianggap mengacaukan sistem dan kesepakatan mengenai pakta integritas dalam Pemilu 2019.

Hal ini disesalkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menuturkan, kontroversi caleg eks koruptor muncul lagi karena Bawaslu mengintervensi penafsiran hukum. Kementerian hukum dan HAM telah mengundangkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018, Jumat(7/9).

Dalam pandangannya, PKPU yang melarang caleg dari mantan napi kasus korupsi itu telah sah diberlakukan.

"Untuk membatalkan apa yang diputuskan KPU, itu hanya Mahkamah Agung (MA) yang bisa. Nah dengan Bawaslu turut campur seperti itu keadaan jadi kacau," kata Mahfud usai menghadiri diskusi bertajuk 'Membangun Demokrasi Beradab', di Jakarta, Kamis, (6/9/2018).

Partai-partai politik sebenarnya sudah taat mengikuti aturan itu. Namun, karena Bawaslu meloloskan caleg mantan napi korupsi, justru parpol meminta dibuatkan daftar baru kembali.

Kekacauan ini, kata dia, terjadi saat Bawaslu mulai mengintervensi kebijakan tersebut. Solusinya, semua pihak diminta untuk menunggu putusan judicial review (JR) MA.

"Sesuatu yang sudah sah dan diundangkan itu, itu mengikat. Kecuali dicabut oleh MA, kan gitu aja," ujarnya.




Berita Lainnya

Usulan Partai Islam Sulit Dipersatukan

28/02/2020 10:52 - Anas Baidowi

Kena Banjir, Pegawai di Jakarta Boleh Cuti

27/02/2020 16:33 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA