Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Pertamina Tak Ada Rencana Naikkan Harga BBM Meski Rupiah Melemah

Aisyah Isyana - 05/09/2018 18:13

Beritacenter.COM - Kendati nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) yang harmpir menyentuh Rp15.000, PT Pertamina (Persero) mengaku jika pihaknya belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM.

"Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga," tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito dikutip keterangannya di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Baca juga :

Sejauh ini, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar Rupiah agar pihaknya dapat terus menjaga penyediaan kebutuhan BBM di masyarakat. Pertamina menegaskan jika pihaknya akan terus melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada pemerintah, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomer 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

"Pertamina patuh pada aturan pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu," jelas Adiatma.

Menanggapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, diniali Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan imbas dari berbagai faktor eksternal, seperti kenaikan suku bunga AS hingga krisis yang melanda Turki dan Argentina.

"Pelemahan kurs tidak hanya di Indonesia. Ini adalah faktor eksternal yang bertubi-tubi baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan China, baik berkaitan krisis yang ada di Turki dan di Argentina," ungkap Jokowi saat ditemui di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9).

Mewaspadai dampak dari gejolak perekonomian dunia itu, Jokowi dalam hal ini pemerintah akan terus berkoordinasi di berbagai sektor.

"Saya selalu melakukan koordinasi berkaitan sektor moneter, sektor industri, pelaku pelaku usaha. Koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu dari semuanya," imbuh Jokowi.

"Dan kuncinya memang ada dua yang saya sampaikan, di investasi terus meningkat dan ekspor yang juga harus meningkat sehingga bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan," tambah Jokowi.




Berita Lainnya

Buwas Ngamuk Beras Warga Miskin Diganggu

20/09/2019 16:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA