Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Investasi

Beberapa Proyek Listrik Alami Penundaan Demi Rupiah

Indah Pratiwi - 05/09/2018 03:13

Beritacenter.COM - Ada beberapa proyek strategis nasional di bidang kelistrikan yang perlu diatur ulang sehingga tidak membebani rupiah. Hal ini untuk mengurangi tingkat impor sehingga menambah defisit neraca perdagangan yang menyebabkan rupiah mengalami gejolak.

Hal ini disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan bahwa proyek kelistrikan yang ditunda adalah proyek 35.000 Mega Watt (MW) yang belum mencapai financial closing. Masih ada 15.200 MW proyek yang belum memenuhi hal tersebut akan ditunda di tahun-tahun berikutnya hingga posisi rupiah benar-benar stabil kembali, Rabu(5/9).

"35,000 MW yang belum financial close yang sudah digeser ke tahun-tahun berikutnya itu sekitar 15.200 MW," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Proyek listrik 15.200 MW tersebut direncanakan selesai pada 2019. Namun, dengan adanya penundaan ini sebagian proyek ditunda hingga ke 2021 bahkan 2026 sesuai dengan kebutuhan kelistrikan nasional yang akan dicapai.

"Tidak dibatalkan, karena konsumsi listrik, pertumbuhan listrik tahun lalu 7 persen. Triwulan II itu 4,7 persen. Tahun ini estimasi bisa maksimum sekitar 6 persen sedangkan target APBN 8 persen. Makanya digeser banyak proyek," kata dia.

Dengan penundaan ini tentu tekanan untuk pengadaan barang impor dapat berkurang sehingga membantu rupiah untuk menguat. Pasalnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di bidang kelistrikan mencapai 20-30 persen bahkan ada yang mencapai 60 persen, angka ini cukup besar untuk kurangi tekanan impor.

"Dengan pergeseran ini tentu tekanan untuk pengadaan barang impor berkurang. Total investasi yang digeser 24-25 miliar dolar AS. Namun apa yang kita lalukan ini tidak mengurangi target pemerintah kerja target rasio elektrifikasi 99 persen di tahun 2019. Jadi rasio elektrifikasi tetap. Hari ini itu sudah 97,14 persen, mungkin akhir tahun bisa 97,5 pasti tercapai," tuturnya.




Berita Lainnya

Korea Selatan Sepakat Berinvestasi di Indonesia

12/09/2018 12:15 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA