Saturday, 22 Sep 2018
Temukan Kami di :
Opini

Gerakan Tagar #2019GantiPresiden Tak Bisa Masuk Koalisi Gerindra ?

Anas Baidowi - 04/09/2018 12:08

Semua elite politik tahu pasti bahwa PKS itu tidak punya basis massa besar secara nasional. Tidak seperti Golkar dan PDIP. Namun semua tahu PKS bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan bargain politik. Ya hanya bargain politik. Itu berkat jaringan aktifis PKS dan kadernya kepada seluruh ormas islam baik yang tradisional maupun yang radikal. Tagar #2019GantiPresiden sebetulnya tidak ditujukan kepada Jokowi saja tetapi kepada seluruh elite politik pimpinan partai. Agar apa ? agar PKS diperhitungkan sebagai mitra sejajar untuk Pilpres ( bukan pileg.). Tentu otomatis PKS akan mendapatkan keuntungan dalam Pileg bila kadernya jadi Cawapres.

Tetapi politik era Now tidak lagi seperti era old. Era Now rambu rambu politik sudah sangat jelas. Terutama sejak adanya UU Ormas dan PEMILU. Maka tidak ada lagi ruang orang boleh menggalang massa untuk tujuan politik praktis bila menggunakan jargon Agama atau SARA. Semua harus mengacu kepada Pancasila. Para elite politik juga sadar bahwa membawa issue primordial agama tidak ada manfaatnya bagi pendidikan politik bangsa. Ongkos kerugiannya jauh lebih besar daripada hasil yang dicapai dalam sebuah kompetisi Pemilu/ Pilkada. Pelajaran yang paling faktual adalah terpilihnya Anies-Sandi sebagai pemenang Pilkada DKI. Issue primodial hanya menempatkan orang tidak qualified sebagai pemimpin. Itu kemunduran politik.

Disamping itu para elite Politik Pimpinan Partai mengambil keputusan bukan berdasarkan perasaan atau hanya berlandaskan kepada trending topik di sosial media. Bukan. Mereka bersikap atas dasar survey terhadap elektabilitas. Nah berdasarkan survey elektabilitas PKS justru semakin merosot dan dampak tagargantipresiden tidak memberikan keuntungan terhadap peningkatan elektabilitas PS. Pertanyaannya adalah mengapa Gerindra terkesan mendukung tagar #2019GantiPresiden? ini hanya permainan catur politik PS aja. PKS bermain dengan tagar #2019GantiPresiden, PS juga bermain. Tujuannya sama, ya apalagi kalau bukan bargain politik dengan koalisi lawan, dan ujungnya selalu berhubungan dengan uang.

Dan sekarang setelah semua proses negosiasi kiri kanan yang dilakukan oleh PS bersama koalisi Gerindra maka Gerindra bersikap bahwa tagar #2019GantiPresiden tidak bisa masuk koalisi. Selesai sudah. Sehingga dengan demikian pemerintahpun bisa elegan bersikap secara hukum atas gerakan #2019GantiPresiden. Yang jadi masalah diakar rumput gerakan gantipresiden dimotori oleh kebanyakan kader HTI yang sudah dibubarkan bersama sama dengan kelompok radikal lainnya. Mereka tadinya sudah begitu yakin akan bisa jadi penumpang gelap dalam kontes Pemilu 2019 dan kalau bisa memotong ditikungan. Tapi sayangnya mereka terlalu bernafsu mau ganti presiden, ganti sistem, malah yang terjadi adalah edi tansil, ejakulasi dini tanpa hasil.

 

Sumber : Fokustoday




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA