Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Tertembak Dibagian Leher, Dokter Sebut Wanita Korban Penembakan di Bandung Lumpuh

Aisyah Isyana - 03/09/2018 11:22

Beritacenter.COM - Wanita berinisial H (21) menjadi korban penembakan orang tak dikenal di area Tol Pasteur, Bandung. Kejadian bermula saat korban bersama rekannya rombongan asal Purwakarta, datang ke Bandung mengendarai dua mobil menuju tempat hiburan malam di kawasan Dago, Bandung.

Mereka tiba ditempat hiburan malam sekira pukul 01.00 WIB, Jum'at (31/8) dini hari. Salah satu pria rombongan sempat terlibat cekcok dengan dua orang tak dikenal, bahkan sempat dilerai oleh juru parkir.

Baca juga :

Korban dan bersama rekan-rekannya, pulang dari tempat hiburan malam sekira pukul 04.00 WIB. Namun, saat tiba tengah berada di Tol Pasteur arah pulang ke Purwakarta, kendaraan bernopol B-1963-PZY yang ditumpangi korban dan empat rekannya ditembaki orang tak dikenal.

Puluru dari tembakan itu mengenai organ vital H, yakni bagian lehernya. Pihak kepolisian juga membenarkan adanya insiden tersebut. "Iya memang ada. Ini kita lakukan pendalaman dulu," kata Kapolrestabes Bandung Imam Sugema, Jum'at (31/8).

Gadis yang menjadi korban penembakan itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk mendapatkan perawatan. Setelah mejalani serangkaian penanganan, dokter menyebut wanita muda itu mengalami kelumpuhan.

"Iya (lumpuh). Seperti saat datang pertama kali memang permasalahannya di kelemahan otot kaki dan tangannya. Masih belum ada perbaikan," ujar Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Doddy Tavianto saat dihubungi, Senin (3/8/2018).

Adanya pelemahan di otot tangan dan kaki H, dikatakan Doddy lantaran peluru yang mengenai lehernya itu mengenai saraf sumsum tulang belakang korban. Diarea leher dibagian korban tertembak, juga terdapat pusat pengaturan tekanan darah dan pengaturan detak jantung.

"Kekuatan di kaki 0 sementara di tangan 2. Jadi di bawah normal kekuatan ototnya. Kalau yang normal kekuatannya 5," kata dia.

Terkait apakah lumpuh yang akan dialami korban permanen atau hanya sementara, Doddy mengaku masih belum bisa memastikannya. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu hasi dari perkembangan korban.

"Nah ini, kan kita masih belum bisa mengatakan. Terlalu dini lah mengatakan apakah selamanya atau temporary. Karena setiap hari kita harus evaluasi terus dan juga kan kalau ini menyangkut kerusakan di saraf. Recovery atau pemulihannya itu lama. Jadi kita belum bisa mengatakan sekarang temporer atau permanen," kata dia.




Berita Lainnya

Jual Pil Koplo Dikaleng Biskut, Ilyas Dicokok Polisi

20/10/2020 09:20 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA