Saturday, 14 Dec 2019
Temukan Kami di :
Nasional

PMII Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden Yang Menimbulkan Kegaduhan Dan Perpecahan Bangsa

Indah Pratiwi Budi - 29/08/2018 18:15

Beritacenter.COM - Aksi #2019GantiPresiden di Jawa Timur dan Pekan baru, Riau, gagal lantaran warga di daerah tersebut menolak diadakan acara yang dinilai sebagai ajang provokasi.

Tidak hanya di dua daerah itu saja yang menolak diadakannya Aksi #2019GantiPresiden masih banyak daerah yang tidak sutuju didakannya acara tersebut didaerahnya.

Penolakan juga dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar, melalui Ketua PMII Jakarta, Daud Gerung mengutarakan adanya hastag ini menimbulkan kegaduhan, dan berpotensi membuat perpecahan bangsa. Maka dari itu, PMII konsisten melawan hastag tersebut demi tegaknya NKRI.

Baca Juga :

“Kami PMII terdepan untuk melawan #2019GantiPresiden. Begitu juga seperti yang terjadi di Makassar, teman-teman kami yang menolak itu sampai terjadi bentrokan,” ujarnya.

Para pendahulunya, KH Wahab Hasbullah mendakwahkan bahwa senjata yang paling baik di negeri ini adalah persatuan. Sehingga PMII meletakkan bingkai kebangsaan ini dalam bingkai persatuan.

“Tidak ada yang lebih utama jika kita tidak menempatkan persatuan dan kesatuan. Saya ada karena kalian ada, makanya kita terlebih dulu ada baru ada NKRI,” tegasnya.

Komitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang berisi persatuan selalu jadi tuntutan dan kewajiban PMII. Soal hastag tersebut, pihaknya menolak bukan karena pro dengan Jokowi atau karena cawapresnya orang NU, melainkan hastag itu dianggapnya provokatif yang bisa memecah belah bangsa.

“Kalau hastag ini masih berlanjut ya harus kita perangi bersama. Kalau gerakan apapun yang menimbulkan perpecahan maka itu musuh kita bersama. Politik dan demokrasi itu jalan menuju Indonesia yang bersatu, adil dan makmur, bukan sebaliknya,” pungkas dia.




Berita Lainnya

Gerhana Matahari Cincin Akan Sapa Indonesia

13/12/2019 14:50 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA