Sunday, 16 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Ketum PPP Romahurmuziy Kembali Dipanggil KPK Terkait Suap Dana Perimbangan

Fani Fadillah - 23/08/2018 10:24

Beritacenter.COM - Untuk kedua kalinya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy dalam kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pemeriksaan terhadap merupakan penjadwalan ulang atas ketidakhadiran pemanggilan sebelumnya Senin, 20 Agustus lalu. Romi sendiri akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus ini.

Baca juga: Terkait Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah, KPK Akan Periksa Ketum PPP Romy

"Penjadwalan ulang dari ketidakhadiran sebelumnya," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani menyatakan bahwa Ketua Umumnya akan memenuhi pemanggilan dari penyidik lembaga antirasuah. Meskipun, kata dia, belum mendapatkan surat panggilan lagi menjadi saksi kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah itu.

"Hari ini Ketua Umum PPP hadir ke KPK, mesi belum ada panggilan lagi, untuk menunjukan itikad baik membantu proses penyidikan perkara tersebut," ujar Arsul saat dikonfirmasi terpisah hari ini.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018. Mereka adalah Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Ahmad Ghiast dua lagi adalah PNS Kemenkeu, Yaya Purnomo dan Eka Kamaluddin diduga perantara suap.

Amin Santono diduga telah menerima uang suap ‎sebesar Rp500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek sekira Rp25 miliar. uang Rp500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,7 miliar.

Uang tersebut diberikan kepada Amin Santono dari seorang kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang, Ahmad Ghiast. Uang Rp500 juta diberikan kepada Amin dalam dua tahapan.

Pada tahapan pertama, Ahmad Ghiast mentransfer uang Rp100 juta melalui seorang perantara suap Eka Kamaluddin. Kemudian, tahapan kedua, Ahmad Ghiast menyerahkan secara langung di sebuah restoran di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

‎Sementara itu Yaya Purnama berperan bersama-sama serta membantu Amin Santono meloloskan dua proyek di Pemkab Sumedang. Dua proyek tersebut yakni, proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang dan proyek di Dinas PUPR Sumedang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA