Friday, 24 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

LSI Sebut Ma'ruf Turunkan Elektabilitas Jokowi, Sandi Dongkrak Prabowo

Fani Fadillah - 21/08/2018 17:40 Jokowi dan Prabowo

Beritacenter.COM - Usai dipilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi), Adjie Alfaraby selaku Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengatakan elektabilitas pribadi Joko Widodo mengalami tren penurunan.

Berdasarkan survei terbaru Denny JA, simulasi elektabilitas Jokowi tanpa pasangan cawapres memperoleh dukungan sebesar 53.6 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan Ma'ruf menurun 1.4 persen diangka 52.2 persen.

Baca juga:

"Meski tak terlalu signifikan, tren penurunan justru terjadi pada elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan Ma'ruf," kata Adjie dalam rilis terbaru di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Selasa (21/8).

Kondisi sebaliknya justru dialami oleh Prabowo Subianto yang meningkat elektabilitasnya selepas memilih Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai Cawapres.

Adji mensimulasikan bahwa elektabilitas Prabowo tanpa pasangan cawapres berada diangka 28.8 persen. Akan tetapi, elektabilitas Prabowo saat dipasangkan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres meningkat hingga 29.5 persen.

"Sebaliknya, Prabowo justru punya tren kenaikan ketika berpasangan dengan Sandiaga dan menambah kekuatan prabowo," kata Adjie.

Adji lantas mengatakan bahwa efek pemilihan sosok cawapres terhadap capresnya masing-masing dapat terlihat pada dinamika dukungan di berbagai segmentasi pemilih.

Ia merinci bahwa dipilihnya Ma'ruf membuat dukungan Jokowi pada segmentasi pemilih muslim relatif mengalami kenaikan. Sebelum menggaet Ma'ruf, elektabilitas Jokowi pada pemilih muslim sebesar 51.7 persen.

"Ketika berpasangan dengan Ma'ruf, elektabilitasnya naik jadi 52.7 persen di pemilih muslim," kata Adjie.

Meski demikian, Adjie menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi mengalami penurunan pada segmen pemilih non-muslim, pemilih kaum terpelajar, dan pemilih pemula saat menggandeng Ma'ruf sebagai cawapresnya.

"Paling besar penurunan elektabilitas Jokowi Pada segmen kelompok minoritas (non muslim), elektabilitas Jokowi sebelum berpasangan sebesar 70.3 persen, tapi ketika berpasangan dengan Ma'ruf dukungannya turun menjadi 47.5 persen," ungkapnya.

Berbeda dengan Jokowi-Ma'ruf, dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres membuat dukungan Prabowo mengalami kenaikan di tiga segmen pemilih penting yakni pemilih perempuan, pemilih pemula dan pemilih kaum terpelajar.

"Paling besar kenaikan elektabilitas Prabowo pada segmen kaum terpelajar, Prabowo sebelum berpadangan hanya 37.4 persen dan sesudah berpasangan dengan Sandiaga meningkat hingga 44.5 persen," kata Adjie.

Elektabilitas Ma'ruf Ungguli Sandiaga

Meski begitu, kekuatan elektabilitas personal Ma'ruf Amin sebagai cawapres masih unggul ketimbang elektabilitas Sandiaga Uno dalam simulasi head to head cawapres.

Adjie mengatakan bahwa elektabilitas Ma'ruf berada diangka 43.7 persen sedangkan elektabilitas Sandiaga berada dibawah terpaut 13 persen diangka 30.7 persen.

"Mengapa cukup tinggi padahal di survei sebelumnya nama ini rendah elektabilitasnya? Secara teoritis ini adalah efek dari asosiasi capres," kata dia.

Survei ini digelar dari 12 Agustus-19 Agustus 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1200 responden.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah proporsional dengan margin of error sebesar 2.9 persen yang dilaksanakan di 33 provinsi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA