Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

DPR Ingatkan BI dan Menkeu Antisipasi Gejolak LIRA Turki

Anas Baidowi - 15/08/2018 12:55

Beritacenter.COM - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar megantisipasi gejolak ekonomi di Turki seiring turpuruknya kurs lira terhadap dolar Amerika Serikat (AS), supaya tidak berimbas ke Indonesia.

Politisi yang akrab sisapa Bamsoet itu merasa waswas karena penurunan kurs lira Turki (TRY) sudah berimbas ke rupiah. Sebab gejolak ekonomi di Turki dan devaluasi TRY telah berefek ke mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Bomsoet meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

"Mengingat melemahnya nilai tukar dolar berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya harga komoditas,” ujar Bamsoet di Jakarta (Rabu, 15/8).

Mantan wartawan yang juga pengusaha sukses itu juga meminta BI menjaga stabilitas keuangan negara. Hal yang harus diperhatikan adalah kelancaran pembayaran utang negara dan bunganya yang bertambah akibat devaluasi rupiah.

Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong ekspor barang dan jasa untuk meningkatkan nilai tukar rupiah. Yang tak kalah penting adalah perlunya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggenjot kinerja dalam menarik investasi dan mempermudah layanan bagi investor.

"Lakukan perbaikan layanan investasi dengan mempermudah penanaman modal sehingga dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia," demikian Bambang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA