Saturday, 22 Feb 2020
Temukan Kami di :
Politik

Pengamat "Bongkar" Sumber "Kegalauan" Prabowo

Gerindra sendiri masih merahasiakan dua nama kandidat cawapres Prabowo. Tetapi santer beredar bahwa dua nama kandidat cawapres Prabowo adalah Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri.

Indah Pratiwi - 07/08/2018 18:01

Beritacenter.COM - Sebelumnnya Prabowo sudah mengatakan, dia sudah mengantongi dua nama yang akan dipilihnya jadi cawapres untuk mendampingi di Pilpres 2019 mendatang.

Hal ini juga di benarkan oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmaad Muzani di gedung DPR RI, tetap dia enggan membeberkan apakah cawapres itu sesuai dengan rekomendasi ijtima ulama lalu atau dari unsur lain.

“Yang jelas dua nama sedang kami seriusi,” tegas Muzani.

Gerindra sendiri masih merahasiakan dua nama kandidat cawapres Prabowo. Tetapi santer beredar bahwa dua nama kandidat cawapres Prabowo adalah Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri.

Menurut Pengamat politik UGM Arie Sujito memprediksi peluang Prabowo memilih Salim Segaf sebagai cawapres lebih besar ketimbang AHY. Ini karena sejak Pilpres 2014 PKS telah ‘berlabuh’ pada Prabowo.

Baca Juga :

“Dari 2014 itu yang paling loyal pada Prabowo kan PKS, wajar kalau PKS kemudian ngotot mendorong cawapresnya dari dia. Sementara AHY dari Demokrat termasuk pendatang baru,” ujar Arie kepada CNNIndonesia.com.

Selain faktor loyalitas PKS, Arie menyebut sosok Salim yang mewakili kalangan ulama juga jadi pertimbangan Prabowo. Star belakang itu Salim diyakini bisa meraup suara lebih banyak pada masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

Ada konsekuensi politik yang berbeda dari pilihan Prabowo terhadap salah satu antara AHY dan Salim Segaf. Arie menduga sebagian besar suara PKS akan menolak jika Prabowo lebih memilih AHY.

Pendapat berbeda disampaikan pengamat politik LIPI Syamsudin Haris. Menurutnya, Prabowo justru akan memilih AHY ketimbang Salim Segaf.

Banyak faktor yang membuat mantan prajurit itu lebih berpeluang menjadi cawapres Prabowo. Salah satunya persoalan logistik.

“Feeling saya Prabowo akan memilih AHY karena dukungan finansial,” kata Syamsudin.

Beberapa waktu lalu, Prabowo memang sempat diterpa isu kekurangan logistik untuk berlaga di pilpres 2019. Ia bahkan membuka program penggalangan dana melalui media sosial. Dana yang terkumpul itu disebut akan digunakan untuk operasional politik Gerindra.

Syamsudin mengatakan persoalan dana itu tak lagi jadi masalah jika Prabowo memiilih AHY.

Selain itu, dari sisi elektabilitas AHY juga jauh lebih unggul ketimbang Salim. Apalagi di kalangan pemilih muda. Hanya saja, lanjutnya, latar belakang Prabowo maupun AHY yang sama-sama militer dianggap menjadi kelemahan keduanya.

“Ya masa dua-duanya mau militer,” ucapnya.

Syamsudin meyakini Prabowo saat ini masih terus mengkalkulasi untung rugi sosok cawapres yang akan dipilih agar tak menyakiti antara anggota koalisi.

Loyalitas PKS atau elektabilitas dan logistik AHY menjadi hal yang dipertimbangkan masak-masak oleh Prabowo.

“Tapi kalau membandingkan dengan Salim saya pikir ya AHY,” tegasnya.

Loyalitas PKS dan kekuatan logistik jelas menjadi modal penting bagi Prabowo.




Berita Lainnya

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

19/02/2020 14:43 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA