Tuesday, 20 Aug 2019
Temukan Kami di :
Opini

Haji Mabrur Hanya Bisa Diraih Dengan 5 Syarat Ini

Indah Pratiwi - 04/08/2018 00:33

Beritacenter.COM - Dalam menyempurnakan keislaman diri untuk menunaikan rukun Islam yang ke 5 haruslah melakukan ibadah haji. Akan tetapi, tidak semua orang yang melakukan ibadah haji mendapat haji yang mabrur dihadapan Allah SWT.

BACA JUGA :

Haji mabrur merupakan haji yang baik dan diterima oleh Allah SWT. Rupanya, ada beberapa hal jika syarat ini dipenuhi, insya Allah mendapat haji yang mabrur pada orang-orang yang melakukan ibadah haji. Lalu, apa sajakah syarat-syarat tersebut? berikut penjelasannya, Sabtu(4/8).

1. Melakukan Ibadah Haji Dengan Dorongan Iman dan Ikhlas
Dalam melakukan ibadah haji haruslah diniatkan secara ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Keikhlasan hati sangatlah penting demi mendapatkan ridhoNya. Dengan niat yang ikhlas, Allah akan mengantinya dengan balasan surga kepada orang-orang yang menunaikan haji lantaran panggilan iman yang dilakukan secara ikhlas.

Rasulullah SAW Bersabda:
“Di antara umrah yang satu dan umrah lainnya akan menghapuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

2. Harus Bersumber Dari Rezeki Yang Halal
Ibadah haji bukanlah perkara yang sembarangan. Allah SWT hanya menerima ibadah haji seseorang jika bersumber dari rezeki 100 persen halal. Dan Allah SWT akan menolak ibadah haji seseorang jika bersumber dari uang yang haram walaupun seberat biji zarrah dalam perjalanan ibadah haji tersebut.

Rasulullah SAW Bersabda:
“Allah itu thoyyib (baik) dan tidaklah menerima kecuali dari yang baik,” (HR. Muslim no. 1015).

3. Rendah Hati dan Berahlak Baik
Dengan menunjukan sikap tawahdu(rendah hati) di lingkungan manapun ia berada dan tidak riya(pamer) ibadah haji demi mendapatkan gelar seorang haji atau hajah. Karena, orang-orang yang pergi menunaikan ibadah haji belum tentu mendapat gelar haji yang mabrur di sisi Allah SWT.

4. Menyempurnakan Rangkaian Haji
Orang-orang yang berhaji hendaknya benar-benar mengagungkan syi’ar Allah saat melaksanakan ritual manasik, hendaklah ia menunaikannya dengan penuh pengagungan dan tunduk pada Allah. Hendaklah ia menunaikan kegiatan haji dengan penuh ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam berkata atau berbuat. Jangan bersikap terburu-buru sebagaimana yang dilakukan banyak orang di saat haji dan hendaknya ia menyempurnakah rangkaian semua haji sesuai ilmu manasik haji yang diajarkan sesuai Al Qur'an dan Sunnah.

5. Memberi Makan Kepada Yang Membutuhkan dan Menebar Kedamaian
Menurut riwayat yang disampaikan oleh Imam Ahmad dalam karyanya bahwa orang yang mendapat haji mabrur ialah orang yang memberikan makanan kepada yang membutuhkan dan menebarkan kedamaian.

“Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.”

Walaupun hadits ini divonis munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, tetapi ada riwayat lain yang marfu’ dan memiliki banyak syawahid. Bahkan divonis Shahihul Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak-nya, walaupun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya.

“Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

 

Wallahu A'lam Bishawab




Berita Lainnya

Somad, Ahok Dan Penistaan Agama

19/08/2019 21:51 - Indah Pratiwi Budi

Somad, Penista Agama yang Sering Kumat

19/08/2019 20:40 - Indah Pratiwi Budi

Menyemai Nasionalisme Pemuda di Era Post-Truth

16/08/2019 14:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA