Wednesday, 01 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

KPK Ciduk Bupati Lampung Selatan, Jokowi: Jangan Main-main dengan Uang Rakyat

Fani Fadillah - 27/07/2018 11:24 Presiden Joko Widodo

Beritacenter.COM - Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan bersama 11 orang lainnya berhasil diciduk petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait korupsi proyek infrastruktur. Melihat hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun berkomentar.

Baca juga:

Jokowi mengapresiasi upaya dari lembaga antirasuah itu dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia. Dia memuji KPK yang dianggapnya selalu bertindak profesional sesuai dengan kewenangannya.

"KPK selalu bertindak profesional sesuai dengan kewenangannya. Dan itu harus kita hargai," kata Jokowi usai melantik 1.456 mahasiswa IPDN Angkatan XXV menjadi Pamong Praja Muda di Graha Wijaya Praja, Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jumat (27/7/2018).

Jokowi memastikan telah menekankan pentingnya integritas kepada seluruh kepala daerah dan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN). Gubernur, bupati, hingga wali kota diminta tidak bermain dengan anggaran dan uang rakyat.

"Oleh sebab itu saya selalu menenkankan integritas. Saya sudah titip kepada seluruh bupati, wali kota, gubernur, seluruh ASN kita jangan ada yang bermain-main dengan yang namanya anggaran, dengan uang," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan ditangkap tangan oleh tim penindakan KPK. Penangkapan adik kandung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan itu diduga terkait suap proyek infrastruktur di wilayahnya.

Dalam operasi senyap tersebut, tim tak hanya mengamankan Zainudin Hasan. Tim juga menyita uang sebesar Rp700 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.‎ Diduga uang itu bukti transaksi suap.

Zainudin ditangkap bersama 11 orang lainnya yang diantaranya, Kadis Pendidikan Lampung Selatan, Kadis Pekerjaan Umum Lampung Selatan, Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung Selatan, serta pihak swasta.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum adik Ketum PAN tersebut bersama dengan enam orang lainnya.




Berita Lainnya

Optimisme KKP Di Tengah Pandemi Covid-19

01/04/2020 15:40 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA