Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Opini

Kisah Keluhuran Nabi Muhammad SAW Saat Pernah Terluka

Indah Pratiwi - 19/07/2018 18:20

Beritacententer.COM - Suatu hari Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan hijrah ke Thaif, baginda mengalami perlakuan yang tidak mengenakan dimana saat itu di lempar batu oleh sekelompok orang-orang hingga membuat Rasulullah SAW kakinya dan badannya terluka.

Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah dilempari batu hingga sekujur tubuhnya berlumuran darah. Bahkan, saat ketika hendak shalat, Rasulullah SAW dilempari kotoroan hingga membuat malaikat Jibril marah saat melihat kekasih Allah SWT diperlakukan sedemikian rupa. Namun, Nabi SAW tidak marah dan tidak menaruh dendam sama sekali kepada kaum Thaif, Kamis(19/7).

BACA JUGA :

Bahkan, Malaikat yang mendatangi Rasulullah SAW menawarkan bantuan kepadanya agar orang-orang Thaif ditimpakan dua gunung Akhsyab. Akan tetapi, Rasulullah SAW melarangnya lantaran orang-orang Thaif tidak tahu bahwa sebenarnya dunia ini bukanlah tempat manusia sebenarnya. Sehingga, Rasulullah SAW ingin menyelamatkan mereka dari dunia ini.

Bahkan, Rasulullah SAW mendoakan mereka agar Allah SWT memberikan hidayah, inayah dan taufik serta memberikan keturunan yang baik-baik kepada orang-orang Thaif.

”Sungguh aku banyak merasakan gangguan (perlakuan jahat) dari kaummu. Dan gangguan paling berat yang datang dari mereka adalah ketika kejadian pada hari Al-Aqabah ketika aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdi Kulal namun dia tidak mau memenuhi keinginanku. Lalu aku pergi dengan wajah sedih, aku tidak sadar kecuali aku telah berada di Qarnu ats-Tsa’aalib. Aku mengangkat kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku, dan ternyata di atasnya ada Jibril ‘alaihissalam, lalu dia memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan apa bantahan mereka kepadamu. Dan Dia (Allah) telah mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung, untuk kamu perintahkan sesuai kehendakmu terhadap mereka. ” Kemudian Malaikat penjaga gunung memanggilku, lalu memberi salam kepadaku kemudian berkata, “Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu ingin aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab (niscaya akan aku lakukan).” Maka Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ” Tidak (aku tidak ingin itu), akan tetapi aku berharap kepada Allah bahwa akan terlahir dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari no. 3059 dan Muslim no. 4754).

Rupanya, Rasulullah SAW memahami bahwa penyebaran Islam harus dilakukan dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Hal ini terbukti, saat sebelum Sayyidina Umar masuk Islam. Sayyidina Umar yang keras dan menentang Rasulullah SAW, namun pada akhirnya Sayyidina Umar pun masuk Islam dan menjadi pahlawan Islam lantaran penyebaran Islam yang disampaikan Rasulullah SAW adalah dari hati ke hati dengan dibumbui perasaan cinta dan kasih sayang kepada umatnya.

Meskipun kedzaliman Thaif terus dilakukan kepada Rasulullah SAW. Fasilitas berupa pertolongan apapun bahkan segenap para malaikat yang bisa menghancurkan seluruh manusia pun pernah menawarkan kepada Nabi SAW. Namun Rasulullah SAW tidak menginginkannya. Rasulullah SAW justru mendoakan agar masyarakat yang ingkar itu diberi hidayah dan keturunan yang baik-baik oleh Allah SWT.

Jika apabila Rasulullah SAW menghendaki menghukum sebuah kaum, niscaya Allah SWT akan mengabulkannya dengan mengutus para malaikat untuk membinasakannya atau dengan bencana. Akan tetapi, inilah keluhuran mulia Rasulullah SAW yang tidak pernah mendoakan untuk menghukum sebuah kaum melainkan doa kebaikan untuk mereka semua termasuk untuk umatnya.

Allah SWT Berfirman:

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."(QS: Al Ahzab: 21).


Wallahu A'lam Bishawab

 

 

 




Berita Lainnya

Ada Apa Sebenarnya Dengan KPK?

19/09/2019 20:09 - Indah Pratiwi Budi

Polri Hadir Untuk Kepentingan Negara

18/09/2019 17:29 - Indah Pratiwi

Kala Tempo Berubah Jadi Buletin Pegawai KPK

18/09/2019 17:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA